Sragen-Inspirasiline.com. Peringatan Hari Keluaraga Nasional (Harganas) 2023 Ke-30 Merupakan Momentum Dalam Upaya Penguatan Peran Keluarga Untuk Mempercepat Penurunan Stunting..
Dengan Tema Menuju Keluarga Bebas Stunting Untuk Indonesia Maju Peringatan Harganas di Kabupaten Sragen Se-Eks Kawedanan Gesi Dilaksanakan Di Halaman Kantor Kecamatan Sukodono Selasa (11/7/2023).
Kegiatan Melibatkan 300 Peserta itu Meliputi Kader PPKBD, Sub PPKBD, Bocah Kampung KB dan Tim Pendamping Keluarga Bertujuan Untuk Meningkatkan Peran Aktif Kader Keluarga Berencana Dalam Rangka Menurunkan Angka Stunting di Kabupaten Sragen.

Selain Temu Kader Kegiatan tersebut Juga Sebagai Ajang Silaturahmi dan Ajang Keguyub Rukunan Antar Kader Di Wilayah Eks Kawedanan Gesi. Kegiatan ini juga Menggandeng Duta Genre 2023 Sebagai Bentuk Sosialisasi Program Pemerintah Khususnya Mempersiapkan Generasi Muda Dalam Program Keluarga Berencana.
Bupati Sragen dr. Kusdinar Untung Yuni Sukowati Beserta Wakil Bupati (Wabup) Sragen H. Suroto Hadir Didampingi Sekretaris Daerah (Sekda) Sragen dr. Hargiyanto M.Kes, Para Asisten Sekda, Sejumlah Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Kabupaten Sragen, Musyawarah Pimpinan Kecamatan ( Muspimcam) Sukodono dan Para Camat Se Eks Kawedanan Gesi.
Dalam Kesempatan itu, Dilaksanakan Pula Pengukuhan Penyuluh KB sebagai Sahabat Asuh Anak Stunting Sebagai Wujud Keterlibatan Dalam Mempercepat Penurunan Stunting Di Eks Kawedanan Gesi.
Sahabat Asuh Anak Stunting Ini Berperan Aktif Dalam Pendampingan Anak Dengan Memberikan Satu Telur Satu Hari Kepada Kelompok Anak Stunting Usia 0-23 Bulan Selama 90 Hari Kedepan.
Bupati Sragen dr. Kuisdinar Untung Yuni Sukowati Mengapresiasi Tugas Berat Yang Disandang Oleh Para Kader Kelurga Berencana Di Wilayah Kabupaten Sragen Khususnya Kecamatan Mondokan.
Yuni sapaan akrab Bupati Sragen itu Menekankan Pentingnya Mencegah Stunting Sejak Dini Yaitu Sejak Remaja. Sebaagai Energi Masa Depan, Remaja Menghadapi Tantangan Zaman Untuk Membangun Keluarga Yang Berkualitas Dimasa Yang Akan Datang.
“Masa 1000 Hari Pertama Kehidupan Dimulai Sejak 270 Hari selama Kehamilan dan 730 Hari Pada Usia Dua Tahun Pertama Kehidupan Bayi. Periode Emas Sudah Dimulai Sejak Masa Kehamilan. Untuk Itu Ibu Hamil Perlu Memenuhi Asupan Gizi Berimbang.” Ungkap Bupati Yuni.
Lebih lanjut Bupati Menegaskan Usia Ideal Menikah Menurut BKKBN Untuk Perempuan Adalah Minimal 21 Tahun. Sementara Usia Ideal Menikah Bagi Laki-Laki Adalah Minimal 25 Tahun.
“Pada Usia 21 Tahun Pada Perempuan Sudah Terbentuk Secara Sempurna Organ Reproduksi dan Emosional. Secara Fisik dan Psikologis Sudah Siap Untuk Menikah. Usia Menikah Bagi Laki-Laki Adalah 25 Tahun. Diperkirakan Umur 25 Sudah Selesai Sekolah dan Telah Bekerja. Diharapkan Jika Sudah Bekerja Mampu Menghidupi Anak dan Keluarganya dan Sudah Mandiri.” Tegasnya. ( Sugimin/17-Release Diskominfo Sragen)
