Karena Panik, Sebagian Warga Di Rembang Nyetok Elpiji Bersubsidi Skala Rumahan

NEWS

Rembang-Inspirasiline.com. Pemkab Rembang menemukan adanya kepanikan masyarakat, sehingga banyak yang menyetock gas elpiji 3 kilo gram bersubsidi di tingkat rumah tangga. Akibatnya dalam beberapa bulan terakhir terasa adanya kelangkaan elpiji 3 kg.

Kepala Dinas Perdagangan Koperasi Dan UKM Kabupaten Rembang, M Mahfudz menjelaskan, berdasarkan survei instansinya, ditemukan adanya warga menyimpan 2 – 3 tabung elpiji di rumah.

“Salah satunya kemungkinan karena terpengaruh kabar beli gas 3 Kg dengan membawa KTP. Kami himbau masyarakat tidak menimbun tabung elpiji di rumah. Kalau seperti itu, akan mengganggu data distribusi di pangkalan,“ terang Mahfudz.

Menurutnya, penyaluran gas elpiji subsidi di Kabupaten Rembang ditangani oleh 9 agen dan 300 an pangkalan.

“Harapan pemerintah, warga tidak mampu ketika datang ke pangkalan mau membeli, barang ada. Soalnya dari sisi pasokan, tidak ada kendala,“ imbuhnya.

Mahfudz menambahkan pemerintah sudah menerbitkan aturan membeli gas bersubsidi dengan membawa KTP.

Namun kebijakan itu belum diterapkan di Kabupaten Rembang, karena masih tahap pendataan nomor induk kependudukan (NIK). Sumber NIK ada 2 macam, yakni dari data terpadu kesejahteraan sosial (DTKS), serta data dari agen maupun pangkalan.

Nantinya kalau pendataan selesai, otomatis warga yang berhak mendapatkan gas subsidi dan yang tidak berhak, akan terdeteksi melalui sistem.

“Sekarang belum dilaksanakan pembeli berbasis NIK. Jadi penjualan masih seperti biasa. Kami belum tahu kapan mulai di Rembang. Kalau sudah diberlakukan, misalnya tidak miskin maka yang bersangkutan akan terseleksi oleh sistem,“ terang Mahfudz.

Ia menegaskan upaya tersebut untuk mewujudkan subsidi tepat sasaran, sekaligus mengurangi potensi penyimpangan. (yon)

Bagikan ke:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *