Sempat Terhenti, Akhirnya Rehab SDN1 Ngabenrejo Grobogan Dilanjutkan

NEWS

Grobogan-Inspirasiline.com. Pelaksanaan pekerjaan rehab ruang kelas SDN 1 Ngabenrejo Kecamatan Grobogan Kabupaten Grobogan akhrnya dilanjutkan hari ini, Jum’at (01/09/2023). Setelah beberapa waktu sempat terhenti.
Adapun dana rehab yang ada untuk lima ruang kelas sebesar Rp.1.036.910.000 bersumber dari APBN Dana Alokasi Umum Mandatory TA. 2023.

Pekerjaan tampak lebih rapi, dimana Foot plat mulai dikerjakan dengan cara susulan (dodosan) pada sloff melintang di semua sekatan ruang kelas.

Adapun penyedia jasa yakni CV. Setya Budi beralamat di jalan Kartini no. 4 Purwodadi Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah.

Terlihat beberapa tenaga kerja yang ada sedang melaksanakan perapian dengan menutup lokasi pekerjaan dengan terpal. Penutupan lokasi pekerjaan tersebut, diharapkan tidak mengganggu proses belajar mengajar terhadap peserta didik.

Pelaksana proyek Sutik (35) saat dikonfirmasi mengatakan, selaku pelaksana paket ini tentu sudah bekerja sesuai prosedur maupun tahapan. Namun demikian, kalau pihaknya harus mengikuti keinginan orang per orang ataupun masyarakat ya tidak mungkin, keluhnya

Menurut Aktifis Kabupaten Grobogan Ali Rukamto(49) saat mendatangi lokasi pekerjaan menilai pekerjaan cukup baik, yakni material ; besi, pasir, semen, bata merah, dan lainnya sudah sesuai spek yang ada.

Dan disayangkan pekerjaan yang sudah sesuai RAB dan Gambar maupun hitungan teknis masih ada pihak – pihak yang mempersoalkan, ungkap AR (49).

Disebutkan, proyek SD tersebut menurut RAB tak ada pondasi cakar ayam, sehingga pelaksana proyek berpikir ulang. Oleh Ali disarankan untuk melakukan adendum. Usai persetujuan adendum tersebut, akhirnya pekerjaan dilanjutkan lagi dengan konstruksi cakar ayam.

“Kedepan sarana dan prasarana ruang kelas ini akan bermanfaat kepada anak didik, baik asas tepat sasaran, tepat guna, dan tepat manfaat akan terpenuhi”, imbuh Ali Rukamto

Disisi lain, amanat Undang Undang Nomor 20 Tahun 2003 dijelaskan “Pendidikan bertumpu pada sarana dan prasarana, pengelolaan, pembiayaan, dan penilaian pendidikan yang harus ditingkatkan secara berencana dan berkala”, pungkasnya. ( jkwi)

Bagikan ke:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *