PT Holimina Mengklaim Operasional Pabrik Sudah Sesuai SOP

NEWS

Rembang-Inspirasiline.com. Pihak perusahaan PT Holi Mina II memberi keterangan pasca meledaknya mesin boiler yang melukai 5 orang, satu di antaranya meninggal dunia.

Manajemen pabrik tepung ikan  yang berlokasi di Desa Balongmulyo, Kragan, Rembang, tersebut mengklaim operasional pabrik sudah sesuai standar operasional prosedur (SOP).

Di masa trial baru 5 hari, tiga bulan sebelumnya dilakukan maintenance. Hal itu disampaikan Plant Manager ZpT Holimina II, Freddy Yuwono, kepada media kemarin.

Pihak perusahaan juga bertanggung jawab penuh semua pengobatan. Hingga biaya dan santunan. Termasuk yang minta rujukan atas kemauan keluarga, untuk penanganan yang terbaik.

Satu korban, atas nama Joko Waluyo, yang sempat kritis, telah dipindah dari Intensive Care Unit (ICU), karena kondisinya membaik, lantas dipindah ke High Care Unit (HCU).

“Selasa (26/9) pukul 18.00 keluarga berembug minta dirujuk ke Semarang. Atas nama Joko Waluyo,” katanya kepada media.

Sebelumnya yang kritis ada dua pekerja. Satu meninggal. Akhirnya yang atas nama Joko Waluyo diselesaikan secara administrasi.

“Pokoknya selama dirawat di RSUD dan ambulance untuk ke Semarang, terpenting penanganan yang terbaik untuk korban,” tandas Fredi.

Kini masih ada satu yang dirawat RSUD. Kondisinya baik. Hanya tiga jari kanan retak. Hari Rabu (27/9) menjalani operasi atas nama Dasimin.

Pada prinsipnya, perusahaan yang back up penuh. Untuk biaya pengobatan baik di Rembang maupun Semarang sampai selesai.

“Kondisi karyawan saat istirahat semua. Boiler sendiri posisi radius 25-35 meter. Posisi saat itu duduk-duduk. Pak Dasimin radius 35 meter,” terangnya.

Freddy menambahkan, saat itu posisi air ful. Posisi tekanan juga sudah masuk ke ruang mesin dalam atau produksi. Jadi tinggal sedikit. Namun ketika terjadi demikian menurutnya diluar nalar.

Pihak perusahaan pengolahan tepung ikan ini klaim safety sudah jalan semua. Namun kecelakaan kerja tidak bisa dihindari. Meski saat kejadian baru istirahat.

Saya kurang tahu jelas. Saat kejadian Sabtu pukul 22.00-22.30. Saat itu saya baru pulang dari Jogya.

“Pertama saya mendapat kabar, sedang meluncur dari Jogya ke Rembang. Saya sampai PLTU Sluke, dapat kabar ada kecelakaan kerja, di pabrik Holimina II di Balongmulyo,” pungkas Fredi. (yon)

Bagikan ke:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *