Tegal-Inspirasiline.com. Jalan Pancasila Kota Tegal yang setiap sore biasa di gunakan sebagai tempat tongkrongan atau wisata lokal bagi warga Tegal dan sekitarnya sambil menikmati sajian berbagai macam kuliner, namun pada Kamis sore (19/10) berubah menjadi ajang kebrutalan bentrokan warga dengan Polisi.
Meskipun petugas sudah berkali kali memperingatkan warga tidak melakukan anarkis, namun himbauan itu tak digubris, malah masa semakin menjadi melempari petugas dengan botol minuman dan membakar ban di tengah jalan.

Ketika di beri peringatan dengan semprotan wster Canon, masa malah tambah brutal dan menyerang secara fisik kepada petugas.
Petugas Dalmas yang jumlahnya tidak seimbang dengan masa, akhirnyainta bantuan dengan mendatangkan tim K-9 (anjing pelacak ) dengan maksud supaya masa bubar, namun justru semakin menyerang petugas.
Masa juga membakar satu unit motor yang terparkir di depan water ledeng . Selanjutnya Petugas mengeluarkan tembakan peringatan berkali kali, masa tetap tidak menyerah mundur, justru terus meringsek ke blokade.petugas.

Dalam kondisi masa yang tidak terkendali polisi berhasil membekuk seorang yang diduga menjadi dalang kerusuhan dan diseret dimasukan ke mobil Polisi. Melihat temanya ada yang diamankan petugas, masa kembali menyerang Polisi dengan benda yang ada disekitarnya dan bentrok fisik pun tak terelakan bahkan ada warga yang tergeletak namun segera dibawa petugas.
Bentrokan Polisi dengan warga dipicu oleh salah seorang yang tidak boleh mencoblos di salah satu TPS, padahal dia warga setempat namun dia tidak masuk dalam daftar DPT (Daftar Pemilih Tetap) yang kemungkinan ada kesalahan administrasi, karena mereka tidak terima, warga bernama Rojali itu mempropokasi warga untuk merusak TPS.
Gagal merusak TPS, warga yang sudah geram, akhirnya berjalan menuju gedung KPU yang rencananya akan membakar kantor KPU. Namun dengan kekuatan dan sarana dari pihak kepolisian, masa dapat dihalau menggunakan Water Cannon dan semprotan gas Air mata.
Kejadian yang mencekam dan seolah olah terjadi sungguhan hanya merupakan bentuk simulasi pengamanan pemilu dan sistim penanggulangan tindakan anarkis di dalam kota yang dilakukan Polres Tegal Kota.
Simulasi dilakukan usai upacara Gelar Pasukan Operasi Mantap Brata dalam rangka menghadapi pemilu 2024. Kapolresta Tegal AKBP Jaka Wahyudi yang memimpin apel tersebut memberi apresiasi kepada anggotanya yang telah meragakan simulasi tersebut. “Meski hanya simulasi, namun seakan kenyataan, dan ini merupakan kesiapan dan strategi yang akan kami siapkan pada pelaksanaan pemilu 2024.” Terang Jaka.
Simulasi diikuti sekitar 450 personil gabungan antar Polri dengan TNI.
” yang diperagakan anggota adalah sispamkota, untuk menjaga Keamanan kota Tegal supaya tetap kondusif dari segala bentuk eskalasi ancaman yang ada.” Jelas Jakan.
Kapolresta Tegal juga mengajak warga Kota Tegal untuk bersama sama menjaga situasi yang kondusif dalam pelaksanaan pemilu 2024. Polresta Tegal juga sudah memetakan wilayah TPS yang terbagi dalam tiga golongan, yaitu sangat rawan, rawan dan aman.
” semua itu sudah kami floting dalam tahapan – tahapan pemilu.” Pungkas Kapolresta Tegal Jaka Wahyudi.
Simulasi disaksikan walikota Tegal Dedy Yon Supriyono, Dan Dim 0712 Tegal, unsur KPU, Camat Lurah dan undangan lain. (Biet)
