Rencana Pemkot Tegal Membangun Fly Over Tirus Di Tolak Warga

NEWS

Tegal-Inspirasiline.com. Pemerintah Kota Tegal berniat membangun Fly over di perlintasan rel kereta api Tirus sebagai jawaban pemkot Tegal kepada masyarakat atas keluhannya, karena selama ini perlintasan tersebut sering mencelakakan pengendara motor. Tidak sedikit pengendara yang tergelincir di perlintasan tersebut karena posisi kemiringannya sehingga banyak warga yang tergelincir.

Namun rencana pembangunan tersebut, tidak disambut baik, malah sebaliknya, banyak mendapat tantangan karena secara ekonomi pembangunan fly over dianggap akan merugikan masyarakat sekitar perlintasan terutama pemilik usaha yang ada di pinggir jalan dan warga terdampak lainnya.

Menanggapi keluhan tersebut, Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Kota (LPMK) Kelurahan Debong Tengah Kecamatan Tegal Selatan Kota Tegal Joko Triarmojo, SH. Senin (11/12/2023) mengundang sejumlah tokoh masyarakat termasuk Ketua RT./RW. Camat Tegal Selatan Budi, Dinas Lingkungan Hidup, Lurah Debong Tengah dan Babinsa/Babinkamtibmas.

Joko Triatmojo ketika di hubungi menjelaskan, dirinya selaku ketua LPMK Kelurahan Debong Tengah hanya sebatas menjembatani aspirasi dari warga yang terdampak, sehingga warga di diundang untuk merembuk bareng soal rencana pembangunan fly over yang akan menelan biaya sekitar Rp.30 milyard. Kegiatan rembuk warga juga sebagai tindak lanjut hasil rapat di tingkat Kecamatan tentang konsultasi publik terkait penyusunan AMDA rencana pembangunan fly over.

” Disisi lain pengumuman dari SPUPR sudah jelas-jelas pengumuman tentang pembangunan fly over, di sisi lain baru akan menyusun AMDAL, ini kan membingungkan masyarakat.” jelas Joko.

Itu sebabnya LPMK mengumpulkan warga minta masukan atau pendapat terutama warga masyarakat terdampak, apa bila fly over jadi dilaksanakan. Kata Joko.

Rencana pembangunan fly over juga menimbulkan keresahan bagi wali murid yang menyekolahkan anaknya di SD Debong Tengah sekitar rencana fly over. Selaku ketua LPMK Joko juga menyayangkan kepada DPU-PR selaku leading sektor dalam rencana pembangunan, ternyata tidak hadir dalam pertemuan tersebut.

Dari hasil pertemuan warga yang berlangsung di rumah salah satu warga, telah di sepakati, warga terdamoak menolak rencana pembangunan Fly Over Tirus Tegal.

” Dan dampak yang sudah muncul di dunia pendidikan, karena di pertigaan tirus ada SD, maka yang dirasakan adalah dampak psikologis, terhadap orang tua yang menyekolahkan anaknya di SD Debong Tengah yang posisinya di pertigaan Tirus.” Pungkas Joko. Triatmojo.

Dalam kesempatan itu Camat Tegal Selatan Budi Santoso menyambut baik gagasan LPMK untuk.mengundang warga, urun rembuk rencana pembangunan fly over.

” apapun hasilnya itu adalah aspirasi dari warga.” Kata Budi, LPMK segera melaporkan resume dari pertemuan dan dilaporkan ke DPU-PR serta dinas terkait untuk.menjadi.perhatian. (Biet)

Bagikan ke:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *