Wonogiri-Inspirasiline.com. Pagi nampak cerah. Kala itu mentari sepenggalah, ratusan insan pendidik, mengenakan busana muslim nuansa putih, mulai berdatangan di Gedung Sastro Hartono, Patuk Lor, Baturetno, Wonogiri, untuk mengikuti ” Halalbihalal ” (10/4/2025).
Halalbihalal 1446 H, tahun ini mengangkat tema ” Tantangan Pendidikan di Era Digitalisasi dalam Membangun Generasi Indonesia Emas ”

Hadir pada acara tersebut Forkompincam Baturetno, Korwilcambidik Baturetno, Kep.Puskesmas 1 Baturetno, Kep.Desa Baturetno, Wening Wulandaru, S.Psi dari Jogjakarta, PTK SD se – Kecamatan Baturetno, serta tamu undangan lain.
Acara diawali menyanyikan lagu Indonesia Raya, pembacaan ayat suci Al – Qur’an.
Acara Halalbihalal dibuka oleh ketua penyelenggara (Marwanto), dilanjutkan pelaksanaan Ikrar Halalbihalal.

Pada kata sambutan Korwilcambidik Baturetno (Drs.Nurhadi, M.Pd.) mengajak kepada peserta didik untuk saling maaf – memaafkan. Ia berharap, setelah kegiatan Halalbihalal usai, para pendidik diharapkan mampu meningkatkan kinerja menjaga sinergitas, bekerja dilandasi niat ibadah kepada Tuhan Yang Maha Kuasa.
Tak ketinggalan Camat Baturetno (Drs.Eko Nur Haryono, MM) mengapresiasi positif Korwilcambidik Baturetno, atas kerja sama selama ini dalam menciptakan pendidikan yang kondusif, selalu sinergi dengan pemerintah, terutama dalam mensukseskan program bupati Wonogiri bidang pendidikan.

Para pendidik Baturetno banyak berprestasi, mampu menciptakan generasi yang unggul menuju era generasi emas.
Lain dari yang lain, Halalbihalal tahun ini panitia menghadirkan pembicara dari Jogjakarta, (Bunda Wening Wulandaru, S.Psi. ) untuk mengurai tema ” Pendidikan di Era Digitalisasi dalam Membangun Generasi Indonesia Emas ”
Bunda Wening secara garis besar memaparkan pengaruh kemajuan teknologi terhadap peserta didik. Ternyata teknologi tidak hanya diakses orang dewasa, tetapi juga diakses oleh anak – anak.

Jika hal tersebut tanpa pengawasan, kemungkinan besar anak – anak akan mengakses fitur – fitur (karakteristik unik) yang tidak sesuai dengan usia anak – anak.
Berikutnya Bunda Wening menegaskan.
Pada era sekarang ini, tugas guru semakin berat, tidak hanya mampu mengajar, tetapi lebih mampu mendidik, sehingga guru harus dapat menjadi orang tua. Selebihnya, sekolah seharusnya sebagai rumah pertama yang nyaman.
” Tugas guru/ pendidik di era saat ini tidak mudah, sebab orang tua siswa adalah generasi milenial. Saat ini orang lebih mengutamakan gadget (elektronik canggih). Tak dipungkiri pola asuh orang tua banyak yang menggunakan telepon genggam/ HP. ” jelasnya.
Lebih lanjut Bunda Wening berharap, jika terpaksa memberikan hukuman kepada anak yang melakukan kesalahan, misal tidak disiplin, hendaknya diberikan hukuman yang bersifat mendidik. Misal; salat duha, melakukan bersih – bersih, jika perlu mengurangi uang saku. Seyogyanya tidak menghukum anak dalam bentuk hukuman fisik, yang mungkin berakibat fatal.
Sebaiknya setelah memberikan konsekuensi terhadap anak, diberikan closing/pengakhiran.
Maka, sebagai guru tips yang dapat dibangun disekolah dan di rumah yaitu, kedekatan dan kehangatan terhadap anak.
Olah sebab itu, ketika seseorang berniat menjadi guru/ pendidik, harus mau dan mampu menjadi orang tua, maka harus bisa menjadi teladan yang baik bagi peserta didik.
Situasi Halalbihalal sangat antusias, meriah, diakhiri dengan turun hujan lumayan deras. (Sukamto (SK/19) Sumber Bidik Baturetno.)
