Tiga Kelompok Teater Tegal Adu Konsep dalam Dramatic Reading #2

NEWS

Tegal-Inspirasiline.com. Aula Kampung Seni Tegal perlahan dipenuhi suasana riuh saat penonton mulai berdatangan, siap menyaksikan perhelatan Tegal Dramatic Reading (TDR) yang kedua. Gelapnya lampu panggung menyambut para apresiator seni yang dengan tenang dan tertib menempati area depan. Malam itu, TDR #2 menjanjikan pengalaman seni yang unik.

TDR, sebuah konsep pertunjukan yang memukau, menampilkan para tokoh dalam naskah lakon dibacakan oleh para pembaca. Lebih dari sekadar membaca, pertunjukan ini diperkaya dengan musik yang membangkitkan suasana, gerakan-gerakan kecil, dan bahasa tubuh yang ekspresif.

Tegal Dramatic Reading #2 menghadirkan tiga kelompok teater ternama yang telah malang melintang di dunia teater selama lebih dari 15 tahun. Mereka adalah Teater Qi, Teater Gemblong, dan Teater Akar UPS Tegal. Ketiga kelompok ini menyuguhkan pertunjukan dramatic reading yang menampilkan satu lakon pilihan, digelar selama tiga hari berturut-turut, dari 31 Oktober hingga 2 November 2025 di Kampung Seni Tegal.

Hari pertama, Teater Qi Tegal membuka rangkaian dengan naskah lakon “Jam Dinding yang Berdetak” karya N. Riantiarno. Pertunjukan ini melibatkan enam pembaca: Rama, Chika, Atika, Yoga, Rias, dan Rofik. Didukung oleh Dimas sebagai penata musik, Paul sebagai penata artistik, dan Olis Tegal sebagai sutradara, Teater Qi menghidupkan cerita dengan interpretasi yang khas.

Hari kedua, Teater Gemblong Kabupaten Tegal mengambil panggung dengan naskah lakon “Menyemplung” karya Roland Dubillard. Yaskur, Faozan, dan Ifti menjadi pembaca dalam pertunjukan ini, dengan Faozan Suwage sebagai penata artistik dan Faiz Gemblong sebagai sutradara.

Puncak acara, hari ketiga, menampilkan Teater Akar UPS Tegal dengan naskah lakon “Antigone” karya Sophokles. Pertunjukan ini menjadi kolaborasi besar dengan Alip Mustofa sebagai sutradara, melibatkan belasan pembaca: Karlina, Anggi, Salsa, Hanip, Gonang, Djenar, Fendi, Hiero, Kia, Deva, Sherli, Amil, Wulan, Fifty, Almum, dan Aliza. Didukung oleh Reno dan Denis sebagai penata musik, Rifki dan Ayis sebagai penata lampu, Yomah yang menangani tata rias dan kostum, serta Alip Mustofa sendiri sebagai sutradara.

Ketua Kampung Seni Tegal, Seful Mu’min, menjelaskan bahwa Tegal Dramatic Reading #2 adalah wadah penting bagi komunitas teater di Tegal dan sekitarnya. “TDR #2 merupakan program unggulan dari Kampung Seni Tegal. Tahun sebelumnya, TDR telah sukses digelar selama tiga hari dengan menghadirkan enam penampil. Tahun ini, kami menghadirkan tiga kelompok teater terbaik di Tegal yang masing-masing memiliki ciri khas dan konsep pengkaryaan yang inovatif,” ujar Seful.

Seful juga berharap TDR dapat memicu minat generasi muda terhadap karya sastra, terutama naskah lakon. “Ini adalah upaya kecil Kampung Seni Tegal dalam mendorong generasi muda, khususnya pelajar dan mahasiswa, untuk mencintai budaya membaca, apapun konteks bacaannya. Dan untuk kali ini, yang dibacakan adalah naskah lakon,” tambahnya.

Dramatic Reading sendiri umumnya dilakukan oleh kelompok teater sebagai bagian dari proses bedah naskah atau kajian mendalam sebelum produksi. Namun, dalam konteks TDR, dramatic reading disajikan sebagai pertunjukan yang utuh, sebuah alternatif baru dalam dunia teater. “Dramatic Reading biasanya dilakukan saat produksi teater, namun dalam konteks ini, dramatic reading disuguhkan menjadi sebuah pertunjukan, bukan lagi proses membaca saat produksi teater namun menjadi sebuah keutuhan pertunjukan teater, yang akhirnya dramatic reading menjadi alternatif baru bagi kelompok teater dalam pementasan,” jelas Seful.

Seful menambahkan, meskipun berkonsep dramatic reading, setiap kelompok memiliki keunikan, ciri khas, dan konsep pertunjukan yang berbeda sesuai dengan interpretasi masing-masing sutradara. “Masing-masing sutradara memiliki konsep dramatic reading yang berbeda, ada yang membaca secara utuh, ada yang dibacakan dengan model karikatur, ada pula dengan tambahan musik suasana, videografi, serta unsur-unsur menarik lainnya,” tambahnya. (Biet)

Bagikan ke:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *