Jakarta-Inspirasiline.com. Gemuruh tepuk tangan membahana di Ciputra Artpreneur Jakarta pada Rabu malam (17/12) saat Kampung Seni Tegal dinobatkan sebagai penerima Anugerah Kebudayaan Indonesia (AKI) 2025 kategori Pelopor dan/atau Pembaharu. Penghargaan prestisius ini menjadi bukti nyata dedikasi Kampung Seni Tegal dalam merawat, mengembangkan, dan memajukan kebudayaan berbasis komunitas secara berkelanjutan, mengharumkan nama Tegal di kancah nasional.
Kiprah Kampung Seni Tegal yang tak kenal lelah dalam melestarikan kekayaan budaya tanah air, mulai dari seni tradisi hingga inovasi kontemporer seperti revitalisasi Sampak Tegalan, memukau tim penilai independen. Melalui proses seleksi yang ketat, mulai dari pengusulan, kurasi administrasi, hingga penilaian mendalam, Kampung Seni Tegal berhasil menorehkan tinta emas sebagai salah satu dari 30 penerima anugerah yang dianugerahkan langsung oleh Menteri Kebudayaan Republik Indonesia, Fadli Zon.

“Anugerah ini bukan hanya milik kami, tapi milik seluruh seniman dan masyarakat Tegal yang telah berjuang bersama menghidupkan denyut nadi kebudayaan,” ujar Seful Mu’min.
LKetua Kampung Seni Tegal, dengan mata berbinar bangga. Ia menegaskan bahwa penghargaan ini adalah amanah dan semangat untuk terus membuka ruang kreatif, terutama bagi generasi muda, serta menjadi katalisator bagi kemajuan kebudayaan daerah. Kampung Seni Tegal membuktikan bahwa dari “kampung” sederhana, kebudayaan dapat terus hidup dan tumbuh, menjadi inspirasi bagi seluruh Indonesia.
Anugerah Kebudayaan Indonesia merupakan agenda tahunan pemerintah yang diberikan kepada individu, komunitas, maupun lembaga yang dinilai konsisten berkontribusi dalam pemajuan kebudayaan nasional. Kampung Seni Tegal ditetapkan sebagai penerima penghargaan setelah melalui serangkaian tahapan, mulai dari pengusulan, kurasi administrasi, hingga penilaian oleh tim independen.

Menteri Kebudayan Republik Indonesia, Fadli Zon menyampaikan bahwa Anugerah Kebudayaan Indonesia sudah melalui proses yang panjang dimulai dari pengusulan, riset, verifikasi dan berbagai dialog dan diskusi yang diverifikasi dan mereka yang di pilih yang telah berjuang dalam bidang masing-masing dalam kebudayaan.
“Kami dari Kementerian Kebudayaan mengapresiasi, ini merupakan kehadiran negara dalam memberikan penghargaan bagi para maestro, pembaharu, pelestari, bahkan juga kategori untuk anak,” ujar Fadli Zon. (Biet)
