Dari Masjid Baiturrahman, Bupati Sigit Pamungkas Sampaikan Pesan Pembangunan

NEWS

Sragen-Inspirasiline.com. Bupati Sragen Sigit Pamungkas memperkuat Silaturahmi Dengan Masyarakat Sekaligus Menegaskan Komitmen Percepatan Pembangunan Saat Menghadiri Kegiatan Tarawih Dan Silaturahmi Ramadhan 1447 H Di Masjid Baiturrahman Mojoroto, Desa Mojoroto, Kecamatan Kedawung, Selasa (10/03/2026).

Kegiatan yang digelar oleh Pemerintah Kabupaten Sragen tersebut menjadi Momentum bagi Kepala Daerah Untuk Hadir Langsung Di Tengah Masyarakat, Menyerap Aspirasi, Serta Memastikan Program Pembangunan Berjalan Sesuai Kebutuhan Warga.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati Sigit Pamungkas juga menyoroti dampak Positif Bulan Ramadan terhadap kehidupan keagamaan masyarakat. Menurutnya, semangat beribadah warga meningkat setelah menjalani Bulan Suci.

“Katanya warga Mojoroto, setelah Ramadhan itu solehnya bertambah. Yang biasanya ke Luar Negeri pun ikut Salat Subuh Dan Cekatan Mengikuti Salat Maghrib Berjemaah. Ini Peningkatan Kesalehan Yang Luar Biasa Akibat Bulan Ramadhan,” ujarnya.

Ia menjelaskan, kegiatan keliling yang dilakukan Pemerintah Daerah Selama Ramadhan menjadi sarana untuk mempererat Silaturahmi sekaligus mendengar langsung Aspirasi masyarakat.

“Saya dan rombongan melakukan berbagai kegiatan Keliling. Ada Subuh Keliling, Dzuhur Keliling, Ashar Keliling, Buka Bersama Keliling, Dan Tarawih Keliling. Jadi Lengkap,” Kata Bupati Sigit Pamungkas.

Bupati juga menyampaikan Kondisi Infrastruktur di Kabupaten Sragen. Saat ini terdapat sekitar 136 Ruas Jalan Rusak yang sebagian besar disebabkan oleh curah hujan tinggi.

Menurutnya, untuk memperbaiki seluruh Ruas Jalan tersebut dibutuhkan anggaran sekitar Rp300 Miliar. Sementara kemampuan Pemerintah Daerah mengalokasikan Anggaran Perbaikan Jalan Setiap Tahun Sekitar Rp100 Miliar, sehingga perbaikan dilakukan secara bertahap dengan target selesai pada 2028.

“Tahun 2025 Pemerintah menganggarkan sekitar Rp102 Miliar untuk Pembangunan Jalan. Tahun 2026 dianggarkan Rp81 Miliar dan Insya Allah pada perubahan Anggaran bisa ditambah hingga lebih dari Rp100 Miliar. Jika ditambah bantuan keuangan lainnya, totalnya bisa mencapai sekitar Rp120 Miliar,” jelasnya.

Selain jalan, persoalan Penerangan Jalan Umum (PJU) juga menjadi perhatian Pemerintah Daerah. Saat ini kebutuhan PJU di Sragen mencapai sekitar 23 Ribu Titik, namun yang sudah terpasang baru sekitar 5.500 Titik atau sekitar 10 Persen.

Karena itu, Pemerintah Daerah berencana menambah pemasangan PJU secara bertahap. Sigit Pamungkas juga telah meminta DPRD agar pada 2027 pembangunan difokuskan pada perbaikan jalan dan penambahan penerangan jalan.

Di bidang kesejahteraan masyarakat, Pemkab Sragen juga menjalankan sejumlah Program Bantuan Sosial. Salah satunya pembebasan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) bagi warga tidak mampu, penyandang Disabilitas, Guru Berpenghasilan Rendah, Serta Veteran Atau Keluarga Pahlawan.

Sekitar 70 Ribu Warga mendapatkan pembebasan PBB dan program tersebut dilanjutkan pada 2026.

Selain itu, Pemerintah juga menyiapkan Program Sekolah Rakyat bagi Anak-Anak dari keluarga kurang mampu dengan Sistem Asrama. Sekolah tersebut direncanakan dibangun di Lahan Sekitar 6 Hektare dengan kapasitas Sekitar 1.000 Siswa dari jenjang  Sekolah Dasar (SD) Hingga Sekolah Menengah Atas (SMA).

Seluruh Kebutuhan Pendidikan akan diberikan secara Gratis, mulai dari Biaya Masuk, Buku, Tas, Perlengkapan Sekolah, Hingga Delapan Set Seragam. Para Siswa juga akan mendapatkan Fasilitas Makan Tiga Kali Sehari Dan Dua Kali Makanan Ringan.

Pemerintah Kabupaten Sragen juga menyiapkan Program Beasiswa Kuliah Bagi Mahasiswa Dari Keluarga Tidak Mampu Yang Diterima Di Perguruan Tinggi Negeri di Pulau Jawa. Biaya Kuliah Akan Ditanggung Hingga Lulus.

Selain itu, mulai Tahun 2026 Pemerintah akan memberikan Seragam Sekolah Gratis Bagi Seluruh Siswa Yang Masuk Jenjang Sekolah Dasr (SD) Dan Sekolah Menengah Pertama (SMP).

Program lain yang disampaikan adalah Program Kerja Ke Luar Negeri Gratis, Mulai Dari Pelatihan Hingga Biaya Keberangkatan Yang Ditanggung Pemerintah. Program ini diharapkan menjadi peluang peningkatan kesejahteraan masyarakat, karena Gaji Pekerja Di Luar Negeri Bisa Nencapai Sekitar Rp10 Juta Hingga Rp15 Juta Per Bulan.

Di Sektor Perumahan, Pemerintah juga Terus Menjalankan Program Perbaikan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH). Pada 2025, Tercatat Sudah Ada 15 Desa Di Kabupaten Sragen Yang Berhasil Bebas Dari Rumah Tidak Layak Huni.

Rumah Dengan Kondisi Rusak Berat akan diprioritaskan untuk mendapatkan bantuan perbaikan setelah melalui proses verifikasi kebutuhan. Pemerintah Daerah menegaskan bahwa Perbaikan Rumah Tidak Layak Huni Menjadi Salah Satu Prioritas dalam upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat. (Sugimin/17- Release Diskominfo Sragen)

Bagikan ke:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *