Sragen-Inspirasiline.com. Bupati Sragen, Sigit Pamungkas, Menjenguk Korban Insiden Ambruknya Bangunan Sekolah Di MTs Muhammadiyah 4 Bulu Yang Dirawat Di RSUD dr. Soehadi Prijonegoro Sragen, Rabu (13/5/2026).
Sebanyak Lima Korban Menjalani Perawatan Di Bangsal Tulip 4 Dan Tulip 5 Gedung Rawat Inap Dan Rawat Jalan. Para Korban Mengalami Cedera Ringan Di Bagian Kepala, Tangan, Dan Kaki Akibat Tertimpa Reruntuhan Atap Bangunan Sekolah.
Salah Satu Korban, Khaila, Menceritakan Saat Kejadian Dirinya Tengah Mengikuti Pelajaran Bahasa Inggris Di Dalam Kelas. Tidak Lama Kemudian Terdengar Suara Atap Roboh Dan Para Siswa Tidak Sempat Menyelamatkan Diri.
“Saat Itu Sedang Pelajaran Bahasa Inggris, Tiba-Tiba Terdengar Suara Atap Roboh. Saya Tidak Sempat Lari Dan Terkena Reruntuhan,” Ujarnya.
Usai Menjenguk Korban Di Rumah Sakit, Bupati Sigit Pamungkas Melanjutkan Peninjauan Ke Lokasi Sekolah Di Desa Karanganyar, Kecamatan Sambungmacan. Didampingi Jajaran Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Sragen, Dirinya Meninjau Ruang Kelas Yang Atapnya Roboh Serta Mengecek Kondisi Bangunan Sekolah Lainnya.
Bangunan Yang Roboh Diketahui Merupakan Ruang Kelas Yang Digunakan Siswa Kelas VII. Dalam Kesempatan Tersebut, Bupati Juga Menyempatkan Diri Menyapa Para Siswa Yang Sedang Mengikuti Kegiatan Belajar Mengajar.
Bupati Sigit Pamungkas Menyampaikan Kunjungan Ke Rumah Sakit Dilakukan Untuk Memastikan Kondisi Para Korban Terus Membaik Dan Mendapatkan Penanganan Yang Optimal.
“Kami Memastikan Anak-Anak Dan Guru Yang Menjadi Survivor Kejadian Robohnya Sekolah Ini Segera Sembuh Dan Sehat Kembali. Alhamdulillah Kondisi Korban Yang Dirawat Juga Semakin Membaik,” Ujarnya.
Ia Menegaskan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sragen Akan Membantu Pembiayaan Pengobatan Yang Tidak Ditanggung BPJS.
“Kita Gratiskan Biaya Pengobatan Yang Tidak Ditanggung BPJS,” Tegasnya.
Terkait Kondisi Bangunan Sekolah, Bupati Sigit Pamungkas Menilai Ruang Kelas Yang Roboh Perlu Segera Direnovasi Dan Akan Dikoordinasikan Bersama Pihak Penyelenggara Pendidikan.
“Untuk Kondisi Bangunan Tentu Harus Direnovasi. Kami Akan Berkoordinasi Dengan Penyelenggara Pendidikan Terkait, Dalam Hal Ini Muhammadiyah,” Jelasnya.
Lebih Lanjut, Pemkab Sragen Juga Akan Melakukan Evaluasi Terhadap Kondisi Fasilitas Publik, Khususnya Bangunan Sekolah, Guna Memastikan Keamanan Bagi Para Siswa.
“Menyikapi Insiden Ini Agar Tidak Terulang Kembali, Seluruh Bangunan Sekolah Yang Membutuhkan Perhatian Khusus Harus Dicek Kembali Kelayakannya Dan Diusulkan Perbaikan Sesuai Skala Prioritas,” Katanya.
Sementara Itu, Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Sragen, Ihsan Muhadi, Menyampaikan Pihaknya Telah Mengusulkan Bantuan Perbaikan Bangunan Kepada Pemerintah Pusat.
“Usulan Sudah Kami Sampaikan Ke Kementerian Pusat Dan Saat Ini Masih Dalam Antrean. Mudah-Mudahan Segera Mendapat Bantuan Karena Kondisi MTs Ini Tergolong Rusak Berat,” Ujarnya.
Ia Juga Meminta Seluruh Pengelola Madrasah Untuk Melakukan Evaluasi Terhadap Kondisi Sarana Dan Prasarana, Khususnya Bangunan Sekolah Yang Sudah Berusia Tua.
“Kalau Memang Sudah Tidak Layak Digunakan, Mari Segera Diperbaiki Atau Sementara Tidak Digunakan Demi Keselamatan Kegiatan Belajar Mengajar,” Pungkasnya. (Sugimin/17- Release Diskominfo Sragen)
