Sragen-Inspirasiline.com. Balutan Busana Adat Jawa Lengkap Dengan Blangkon, Surjan, Dan Kain Jarik Dikenakan Jajaran Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sragen Saat Melangkahkan Kaki Memasuki Kompleks Makam Raja-Raja Mataram Di Imogiri, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, Jumat (22/5/2026).
Sesuai Tradisi Yang Berlaku Di Makam Raja-Raja Mataram, Seluruh Peziarah Mengenakan Pakaian Adat Jawa. Para Pria Memakai Blangkon, Surjan, Dan Jarik, Sementara Wanita Mengenakan Kain Jarik Atau Kemben. Prosesi Ziarah Juga Dipandu Para Abdi Dalem Juru Kunci Yang Membawa Bunga Mawar Untuk Tabur Bunga.
Di Tengah Suasana Pagi Yang Teduh Dan Aroma Bunga Mawar Yang Dibawa Para Abdi Dalem, Rombongan Melaksanakan Ziarah Sebagai Bagian Dari Rangkaian Hari Jadi Ke-280 Kabupaten Sragen.
Dipimpin Bupati Sragen, Sigit Pamungkas, Ziarah Berlangsung Khidmat. Turut Hadir Wakil Bupati Sragen, Sekretaris Daerah, kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Hingga Para Camat Di Lingkungan Pemkab Sragen.
Langkah Rombongan Dimulai Dari Makam Sultan Agung Hanyokrokusumo, Kemudian Berlanjut Ke Makam Sri Sultan Hamengkubuwono I, Hingga Terakhir Ke Makam Pakubuwono X.
Bagi Pemkab Sragen, Ziarah Ini Bukan Sekadar Tradisi Tahunan, Tetapi Juga Mengingatkan Akan Sejarah Panjang Berdirinya Kabupaten Sragen Yang Berkaitan Erat Dengan Perjuangan Pangeran Mangkubumi Melawan Penjajahan Belanda.
“Pagi Hari Ini Kami Rombongan Dari Pemkab Sragen Mewakili Seluruh Masyarakat Kabupaten Sragen Melaksanakan Ziarah Ke Makam Leluhur Pendiri Sragen, Terutama Sri Sultan Hamengkubuwono I Dan Makam-Makam Raja Lainnya,” Ujar Bupati Sigit Pamungkas.
Menurutnya, Hari Jadi Kabupaten Sragen Tidak Bisa Lepas Dari Sejarah Perjuangan Tersebut.
“Kita Ketahui Bersama Bahwa Hari Jadi Sragen Merujuk Pada Pemerintahan Yang Membentuk Pangeran Mangkubumi Saat Melawan Belanda, Yang Pusat Perlawanannya Berada Di Kabupaten Sragen, Sebelum Beliau Kemudian Bertahta Menjadi Sri Sultan Hamengkubuwono I,” Jelasnya.
Di Tengah Suasana Hening Kompleks Makam, Doa-Doa Dipanjatkan Untuk Para Leluhur Yang Telah Meletakkan Dasar Perjuangan Dan Pemerintahan Di Tanah Sragen.
“Kita Mendoakan Para Leluhur Pendiri Kabupaten Sragen Agar Diampuni, Dirahmati, Dan Diberkahi Allah SWT. Sementara Kita Yang Masih Hidup Meneruskan Kebaikan Dan Cita-Cita Beliau Untuk Mensejahterakan Masyarakat Kabupaten Sragen,” Tutupnya. (Sugimin/17- Release Diskominfo Sragen)
