Bupati Sigit Pamungkas : Pembangunan Fisik Tak Berarti Tanpa Akhlak Yang Baik

NEWS

Sragen-Inspirasiline.com.  Ribuan Jemaah Memadati Pondok Pesantren Manba’ut Thoyyibah, Sabtu (4/7/2026), Dalam Pengajian Akbar yang dirangkaikan dengan Akhirussanah Ke-20, Khotmil Qur’an wal Kutub, Haul Sunan Ampel, serta peringatan Harlah Nahdlatul Ulama Ke-100 Masehi.

Kegiatan tersebut menghadirkan Prof. Dr. KH. Said Aqil Siroj, M.A. dari Jakarta, Al Ustadz Radenmas Muhammad Salim Al-Qosinn, serta KH. Ubaidullah Shodaqoh selaku Rais Syuriyah PWNU Jawa Tengah. Hadir pula Bupati Sragen Sigit Pamungkas bersama sejumlah tokoh Agama, Alim Ulama, Dan Masyarakat.

Dalam sambutannya, Bupati Sigit Pamungkas  menyampaikan ucapan selamat kepada para santri dan santriwati yang telah menyelesaikan pendidikan di Pondok Pesantren Manba’ut Thoyyibah. Menurutnya, Akhirussanah menjadi bukti perjuangan panjang para santri dalam menuntut Ilmu Agama.

“Santriwan dan santriwati yang hari ini dilantik telah tuntas menamatkan pembelajarannya. Ini adalah perjuangan yang luar biasa. Tentu kedua orang tua merasa bangga karena putra-putrinya telah menyelesaikan sebagian perjalanan menuntut ilmu di pesantren,” ujarnya.

Bupati menegaskan, keberadaan pesantren memiliki peran strategis dalam pembangunan daerah. Menurutnya, pembangunan fisik tidak akan memberikan manfaat maksimal apabila tidak diimbangi dengan pembangunan karakter dan akhlak masyarakat.

“Pembangunan jalan, gedung, dan infrastruktur tidak akan berarti apabila akhlak masyarakat tidak baik. Bahkan pembangunan akhlak lebih penting daripada pembangunan fisik. Karena itu, kehadiran pesantren seperti Manba’ut Thoyyibah menjadi penyokong utama yang menjaga gawang moral masyarakat Kabupaten Sragen,” tegasnya.

Atas nama pribadi dan Pemerintah Kabupaten Sragen, Bupati Sigit Pamungkas  menyampaikan apresiasi kepada Pengasuh Ponpes Manba’ut Thoyyibah KH. Ahmad Riyad Mustofa Al-Hafidz beserta seluruh kiai dan pesantren yang selama ini berkontribusi membina akhlak masyarakat.

Pada kesempatan tersebut, Bupati juga menyosialisasikan sejumlah program prioritas Pemerintah Kabupaten Sragen. Di antaranya pembebasan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) bagi masyarakat kurang mampu, penyandang disabilitas, veteran, keluarga veteran, serta guru berpenghasilan rendah.

Selain itu, Pemkab Sragen juga menghadirkan program pinjaman berbunga 0 persen bagi pelaku usaha mikro dengan plafon maksimal Rp2 juta dan tenor hingga tiga tahun melalui Bank Syariah Sukowati, Bank Joko Tingkir, dan BKK Karangmalang. Untuk kebutuhan modal usaha yang lebih besar, tersedia Kredit Usaha Daerah (Kurda) dengan bunga ringan.

Bupati juga menginformasikan bahwa mulai tahun ajaran baru, siswa yang masuk SD dan SMP negeri akan memperoleh seragam sekolah gratis. Ia berharap program serupa ke depan juga dapat diusulkan untuk madrasah dan pondok pesantren melalui sinergi dengan Kementerian Agama.

Mengakhiri sambutannya, Sigit mengajak masyarakat turut menyemarakkan rangkaian Hari Jadi Kabupaten Sragen, termasuk kunjungan Sri Sultan Hamengkubuwono X pada 9 Juli 2026 dalam agenda Muhibah Budaya yang akan menelusuri jejak perjuangan Pangeran Mangkubumi di Kabupaten Sragen.

“Selamat kepada seluruh wisudawan dan wisudawati Pondok Pesantren Manba’ut Thoyyibah. Semoga ilmu yang diperoleh menjadi bekal untuk mengabdi kepada agama, bangsa, dan masyarakat,” pungkasnya (Sugimin/17- Release Diskominfo Sragen)

Bagikan ke:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *