Jaga kelestarian Ekosistem, Perhutani KPH Purwodadi Perkuat Pelestarian Flora dan Fauna di Kawasan Hutan

NEWS

Grobogan-Inspirasiline.com. Sebagai wujud komitmen dalam menjaga kelestarian keanekaragaman hayati dan keberlanjutan ekosistem hutan, Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Purwodadi melalui jajaran BKPH Sambirejo melaksanakan kegiatan pelestarian flora dan fauna di Petak 155 RPH Sendangpakelan BKPH Sambirejo, Rabu (15/07/2026).

Kegiatan tersebut merupakan bagian dari implementasi Pengelolaan Hutan Lestari (PHL) yang secara konsisten dijalankan Perhutani untuk menjaga keseimbangan ekosistem, melindungi habitat satwa liar, serta memastikan fungsi hutan tetap optimal sebagai penyangga kehidupan.

Kegiatan pelestarian dilaksanakan oleh petugas Perhutani bersama Polisi Kehutanan (Polhut) dengan melakukan pemantauan kondisi vegetasi hutan, identifikasi keberadaan flora dan fauna, pengawasan terhadap potensi gangguan habitat satwa liar, serta sosialisasi kepada masyarakat sekitar mengenai pentingnya menjaga kelestarian kawasan hutan. Petugas juga memastikan tidak terdapat aktivitas yang berpotensi merusak kawasan hutan seperti perburuan liar, penebangan ilegal, maupun pembakaran hutan.

Dalam pelaksanaan patroli tersebut, petugas Polhut menemukan seekor ular piton yang berada di tepi jalan alur hutan. Keberadaan satwa tersebut berpotensi menimbulkan interaksi dengan pengguna jalan maupun masyarakat yang melintas. Dengan mengedepankan prinsip konservasi satwa liar, petugas melakukan evakuasi secara hati-hati tanpa melukai satwa tersebut. Setelah dipastikan dalam kondisi sehat, ular piton kemudian dilepasliarkan kembali ke habitat alaminya yang berada lebih jauh di dalam kawasan hutan agar dapat melanjutkan perannya sebagai bagian penting dari rantai makanan dan keseimbangan ekosistem.

Tindakan penyelamatan tersebut merupakan bagian dari komitmen Perhutani dalam melindungi seluruh komponen keanekaragaman hayati, termasuk satwa liar yang memiliki fungsi ekologis penting. Ular piton merupakan predator alami yang berperan mengendalikan populasi hewan pengerat sehingga membantu menjaga keseimbangan ekosistem hutan serta mengurangi potensi gangguan terhadap tanaman hutan maupun lahan pertanian masyarakat di sekitar kawasan.

Pelestarian flora dan fauna menjadi salah satu program strategis Perhutani dalam mempertahankan keanekaragaman hayati Indonesia. Kawasan hutan di Petak 155 RPH Sendangpakelan memiliki fungsi ekologis yang penting sebagai habitat berbagai jenis tumbuhan dan satwa liar yang saling berinteraksi membentuk ekosistem yang sehat. Keberadaan flora berperan menjaga kualitas tanah, mengatur tata air, menyerap karbon, menghasilkan oksigen, serta menyediakan sumber pakan dan tempat berlindung bagi berbagai jenis satwa.

Sementara itu, fauna memiliki fungsi yang tidak kalah penting dalam menjaga rantai makanan, membantu proses penyerbukan, penyebaran biji tanaman secara alami, hingga mengendalikan populasi organisme tertentu. Keseimbangan antara flora dan fauna menjadi faktor utama dalam menjaga ketahanan ekosistem hutan terhadap perubahan lingkungan maupun dampak perubahan iklim. Oleh karena itu, perlindungan terhadap keanekaragaman hayati merupakan investasi jangka panjang bagi keberlanjutan fungsi ekologis hutan sekaligus mendukung pencapaian target pembangunan berkelanjutan.

Administratur KPH Purwodadi melalui Kepala BKPH Sambirejo, Susilo, menegaskan bahwa pelestarian flora dan fauna merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari pengelolaan hutan yang berkelanjutan.

“Kelestarian hutan tidak hanya diukur dari tegakan pohon yang tetap terjaga, tetapi juga dari terpeliharanya seluruh komponen ekosistem yang ada di dalamnya. Setiap satwa liar memiliki fungsi ekologis yang sangat penting sehingga harus dilindungi. Penyelamatan ular piton yang dilakukan petugas Polhut hari ini menjadi bukti bahwa Perhutani tidak hanya menjaga kawasan hutannya, tetapi juga menjaga kehidupan yang ada di dalamnya. Melalui kegiatan pelestarian, patroli rutin, perlindungan habitat, dan edukasi kepada masyarakat, kami ingin memastikan ekosistem hutan tetap lestari dan memberikan manfaat bagi generasi sekarang maupun generasi mendatang,” ujar Susilo.
Senada dengan hal tersebut, warga Dusun Sendangpakelan, Sumargono, mengapresiasi langkah Perhutani yang secara konsisten menjaga kelestarian kawasan hutan beserta seluruh satwa liarnya.

“Kami sangat mengapresiasi tindakan petugas yang menyelamatkan ular piton tanpa dibunuh. Hal tersebut menunjukkan bahwa setiap satwa memiliki tempat dan perannya masing-masing di alam. Kami sebagai masyarakat sekitar hutan siap mendukung Perhutani dengan tidak melakukan perburuan liar maupun tindakan yang merusak kawasan hutan. Kelestarian flora dan fauna merupakan tanggung jawab kita bersama demi masa depan lingkungan yang lebih baik,” ungkap Sumargono.

Melalui kegiatan ini, Perhutani KPH Purwodadi berharap kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga keanekaragaman hayati semakin meningkat. Perlindungan flora dan fauna tidak hanya bertujuan menjaga habitat alami dan mencegah kepunahan spesies, tetapi juga memperkuat daya dukung ekosistem dalam menghadapi perubahan iklim, menjaga kualitas sumber daya air, mempertahankan cadangan karbon, serta menjamin keberlangsungan fungsi hutan sebagai penyangga kehidupan.

Kegiatan tersebut sekaligus menjadi implementasi nyata prinsip Pengelolaan Hutan Lestari (PHL) yang terus dikedepankan Perhutani melalui keseimbangan aspek ekologis, sosial, dan ekonomi. Sejalan dengan agenda nasional pelestarian lingkungan hidup dan konservasi keanekaragaman hayati, Perhutani terus memperkuat upaya perlindungan ekosistem hutan melalui patroli terpadu, konservasi habitat, pemberdayaan masyarakat sekitar hutan, serta penguatan kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan agar manfaat hutan tetap lestari dan dapat dirasakan secara berkelanjutan oleh seluruh masyarakat Indonesia. (jk/Fadil).

Bagikan ke:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *