Kota Tegal Cepat Tanggap Tekan Angka TBC Lewat Deklarasi Pelajar dan Kolaborasi Lintas Sektor

NEWS

TEGAL (​inspirasiline.com)  Pemerintah Kota Tegal kembali menorehkan prestasi gemilang dalam penanganan kesehatan masyarakat. Di tengah tantangan angka kasus TBC di Jawa Tengah yang menduduki peringkat ketiga nasional setelah Jawa Barat dan Jawa Timur, Kota Tegal berhasil menunjukkan performa luar biasa dan menduduki peringkat pertama di Jawa Tengah dalam hal penemuan dan penanganan kasus TBC.

​Kesuksesan ini tidak lepas dari gerak cepat, kedisiplinan, serta tingginya sinergi antara Pemerintah Kota Tegal, Dinas Kesehatan, Gabungan Organisasi Wanita (GOW), Tim Penggerak PKK, Perkumpulan Pemberantasan Tuberkulosis Indonesia (PPTI), serta keterlibatan aktif dunia pendidikan.

​Deklarasi TOOS TBC dan Gelar Meet and Greet Pelajar

​Sebagai wujud komitmen nyata dalam menekan penyebaran TBC, RSUI Harapan Anda Kota Tegal berkolaborasi dengan GOW dan PPTI Kota Tegal menggelar acara Meet and Greet Post TBC yang dirangkai dengan Deklarasi TOOS TBC oleh para pelajar.

​Kegiatan yang diselenggarakan di Gedung Pertemuan Rumah Sakit Islam Harapan Anda ini dihadiri langsung oleh Wakil Walikota Tegal Tazkiyatul Mutmainah, Ketua Yayasan RSUI Harapan Anda Zaki Afif, Wakil Direktur RSUI Harapan Anda dr. Hj. Sylvia, Ketua PPTI Jawa Tengah dr. Susanto, Ketua PPTI Kota Tegal dr. Abdal Hakim, Ketua GOW Kota Tegal, Ketua Tim Penggerak PKK Kota Tegal, serta para pimpinan lintas sektor, kepala dinas terkait (Dinas Kesehatan, Dinas Dikbud, Kemenag), dan organisasi sosial keagamaan.

​Peran Penting Pelajar Sebagai Agen Perubahan

​Dalam sambutannya, Wakil Walikota Tegal Tazkiyatul Mutmainah memberikan apresiasi tinggi atas gerak cepat seluruh elemen di Kota Tegal. Beliau menekankan pentingnya peran aktif anak muda dan pelajar sebagai generasi penerus untuk memutus mata rantai penularan TBC.

​”Anak-anak sekolah menghabiskan waktunya dan berkumpul bersama, berinteraksi langsung serta mempunyai mobilitas tinggi. Apabila ada satu kasus yang tidak segera ditangani, bisa menularkan teman sekelas yang kemudian bisa menyebar ke seluruh komunitas sekolah,” ujar Tazkiyatul Mutmainah di hadapan 212 siswa perwakilan OSIS SMP, MTs, SMA, SMK, dan SLTA se-Kota Tegal.

​Melalui kegiatan yang dikemas secara interaktif dan menyenangkan ini, sebanyak 212 perwakilan pelajar tingkat SLTP dan SLTA diajak untuk memahami bahaya TBC serta melakukan deteksi dan pencegahan dini tanpa merasa.

Sementara itu, Ketua PPTI Jawa Tengah dr. Hartanto dalam pemaparannya menegaskan bahwa TBC bukanlah penyakit keturunan, melainkan penyakit menular yang dapat dicegah dan disembuhkan total apabila ditangani sejak dini.

​Sumber Penularan: Penularan TBC umumnya terjadi dari orang dewasa yang terinfeksi kepada orang lain melalui droplet udara. Pada anak-anak, penularan biasanya bersumber dari kontak erat dengan orang dewasa di sekitar mereka (orang tua, pengasuh, atau guru).

​Pengobatan Gratis & Tuntas: Pengobatan TBC tersedia secara gratis di puskesmas, namun memerlukan kedisiplinan tinggi karena memakan waktu sekitar 6 hingga 8 bulan.

​Bahaya Resistensi Obat: Pasien diingatkan untuk tidak menghentikan pengobatan di tengah jalan hanya karena merasa sudah sehat. Pengobatan yang terputus dapat menyebabkan kuman TBC menjadi kebal (resisten) terhadap obat, sehingga jauh lebih sulit untuk disembuhkan.

Membuktikan bahwa Kota Tegal sangat aktif dan cepat tanggap dalam melakukan pelacakan (active case finding). Apresiasi dan Semangat Bersama Menuju Kota Tegal Bebas TBC.

​Acara berlangsung meriah dengan pembagian doorprise sumbangan dari GOW, PPTI, RSUI Harapan Anda, dan para donatur masyarakat.

​Melalui momentum peringatan Hari Anak Nasional ke-42 Tahun 2026 ini, Pemerintah Kota Tegal bersama seluruh stakeholder membuktikan bahwa kolaborasi yang solid mampu menjadikan Kota Tegal sebagai teladan dalam penanggulangan TBC di Jawa Tengah, demi mewujudkan generasi muda yang sehat, cerdas, dan bebas dari TBC.  (biet)

Bagikan ke:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *