WONOGIRI (inspirasiline.com) Orang menyebutnya Tugu ini sebagai Tugu Hitam, atau tugu ireng. Tugu yang berdiri tegak di kawasan segitiga emas.
Dibangun ditengah jalan pertigaan, perbatasan dari tiga kabupaten, yakni Kabupaten Wonogiri – kabupaten Sukoharjo dan kabupaten Gunungkidul Daerah istimewa Yogyakarta.
Tugu tersebut sekarang ini memang posisinya Persis ditengah jalan raya propinsi yg menghubungkan Kabupaten Wonogiri dan Kabupaten Sukoharjo. Diselah timur tugu masuk lingkungan Jatubeduk Kelurahan Punduhsari kecamatan manyaran Wonogiri, disebelah barat Utara jalan masuk wilayah Serut, desa Jatingarang kecamatan Weru kabupaten Sukoharjo, sedang sebelah barat tugu Selatan jalan masuk wilayah dusun Glagah, Kecamatan Semin kabupaten Gunungkidul DIY.
Tugu Ireng, kebanyakan orang menyebut tugu yang dinilai keramat ini, dibangun pada abad ke 17, atau pada masa pemerintahan Sri Mangkunegoro I yg dikenal pula dengan sebutan Pangeran Sambernyawa.
: BATAS WILAYAH KERAJAAN
Ada pendapat yang mengatakan bahwa Tugu Ireng merupakan batas wilayah dari dua kerajaan, sebelah utara Tugu atau sebelah Utara Jalan Raya ( yang sekarang jalan raya propinsi yang menghubungkan antara kabupaten Wonogiri dengan kabupaten Sukoharjo adalah wilayah Mangkunegaran atau wilayah Kasunanan sedangkan selatan jalan bagian barat tugu adalah wilayah Kesultanan. Dan memang masyarakat sebelah Utara jalan dan selatan jalan mempunyai karakter yg berbeda.
JATIBEDUG
Konon di posisi Tugu Ireng berada, dulu pernah tumbuh pohon jati yg sangat besar. Pada suatu siang yang panas atau tengah hari yg orang Jawa menyebutnya ” wayah beduk” Pangeran Sambernyawa atau nama kecilnya dikenal dengan nama Raden mas Sahid berteduh dan bersandar dioohon itu hingga tertidur pulas. Kejadian tersebut menginspirasi warga setempat dengan memberi nama lingkungannya ( atau dusun) lingkungan Jatibedug. Hingga sekarang lingkungan Jatubeduk masih ada dan masuk wilayah kelurahan punduhsari kecamatan Manyaran kabupaten Wonogiri.
TUGU KERAMAT
Dari cerita masyarakat terdahulu Tugu Ireng dikenal sebagai Tugu yg Keramat. Tugu yang terbuat dari batu lokal dengan ketinggian 4 meter dan berdiameter 2 meter itu menang kondisinya seperti tidak terawat dan posisinya ditengah jalan mengganggu arus lalulintas. Bahkan sebelum dipasang rambu2 lalulintas pernah pengendara mobil menabrak tugu tersebut hingga tewas. Namun informasi yg diterima dari masyarakat sekitar tugu pernah ada usaha untuk menghancurkan tugu tersebut tetapi yg gagal karena tiba-tiba ada ular besar yang melingkari badan tugu, sehingga pihak yang akan membingkar mengurungkan niatnya.
Sekarang ini Tugu Ireng masih kokoh berdiri, tetapi kondisinya agak condong ( doyong) kearah barat, mung condongnya itu karena pernah diterjang mobil. (Widodo TS)
