GROBOGAN (inspirasiline.com) Ketika diskursus kemanusiaan dihadapkan pada realitas kekeringan yang faktual, Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat (FKDM) Kabupaten Grobogan memilih untuk mengambil peran sebagai agen solutif, bukan sekadar pengamat.
Pada Rabu, (23/9/2026), aksi nyata itu kembali digelar di Dusun Nangkas, Desa Monggot, Kecamatan Geyer. Sebanyak 2 truk tangki air bersih berhasil dibagikan kepada 25 Kepala Keluarga yang selama berbulan-bulan hidup dalam keterbatasan air.
Ketua FKDM Kabupaten Grobogan, Pujiyanto, menegaskan bahwa gerakan ini adalah komitmen yang terukur dan berkelanjutan.

“Kegiatan dropping air bersih ini sudah kami mulai sejak sebulan lalu. Hingga hari ini, tercatat sudah 117 truk tangki atau setara 516.000 liter air telah kami distribusikan ke 25 desa di Kabupaten Grobogan. Ini bukan aksi seremonial. Ini adalah kerja kemanusiaan yang akan terus berlanjut hingga musim kemarau berakhir,” tegas Pujiyanto dengan nada akademis dan tegas.
Dampak dari aksi ini dirasakan langsung di akar rumput. Suliyem (55), warga Nangkas Monggot, tak mampu menyembunyikan rasa syukurnya.
“Senang sekali. Kami sangat terbantu dengan adanya bantuan air bersih dari FKDM Grobogan. Untuk minum dan masak saja sudah susah,” ungkapnya polos namun penuh makna.

Sementara itu, Ketua FKDM Kecamatan Geyer, Warsito, menambahkan bahwa distribusi dilakukan dengan prinsip prioritas dan keadilan distributif.
“Drop air bersih ini kami prioritaskan untuk warga yang benar-benar kesulitan mendapatkan air bersih. Data kami validasi di lapangan. Kami berharap bantuan ini tetap berlangsung selama warga masih membutuhkan,” ujar Warsito.
Di tengah krisis air yang melanda, FKDM Grobogan telah membuktikan satu tesis penting: bahwa kewaspadaan dini bukan hanya soal deteksi ancaman, tetapi juga tentang kecepatan hadir di tengah penderitaan rakyat.
Tegas dalam aksi, akademis dalam data, humanis dalam pengabdian. ( jk)
