BOYOLALI (inspirasiline.com) Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Telawa melaksanakan pemantauan kegiatan produksi di Tempat Penimbunan Kayu (TPK) Telawa pada Kamis (01/10/2026). Kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya meningkatkan profesionalisme kinerja lapangan, khususnya pada lini produksi, penerimaan kayu hasil tebangan, serta percepatan proses kapling di TPK.
Administratur KPH Telawa Titus Aryanto bersama Penguji Kayu Edi Sutanto dan Kepala TPK Telawa Doni dalam kegiatan tersebut menekankan pentingnya pembinaan teknis Penata usahaan Persediaan hasil hutan Kayu. Dengan percepatan proses tahapan penerimaan kayu tebangan, pengujian kayu pekapling kayu berjalan sesuai ketentuan teknis sehingga kayu produksi bisa cepat terjual sebagai bentuk pendapatan perusahaan.
“Proses penerimaan kayu di TPK diharapkan cepat dan tertib administrasi, dilanjutkan proses pengujian kayu serta entri Daftar Kayu Bulat (DKB) harus dilakukan secara cermat dan cepat. Dengan pengawasan yang ketat, kami mengharapkan kegiatan produksi dapat berjalan tertib, aman dan memberikan pendapatan yang optimal untuk perusahaan.,” jelas Titus.
Ia menambahkan kelancaran dan ketertiban proses Tata usaha Hasil Hutan tersebut akan berpengaruh terhadap peningkatan pendapatan perusahaan. Selain itu, ia juga menekankan pentingnya kerja sama dan koordinasi antar petugas di lapangan, penguji kayu, serta petugas TPK untuk menciptakan sistem kerja yang lebih efektif dan efisien.
Sementara itu, Penguji Kayu Edi Sutanto menyampaikan bahwa pelaksanaan pengujian kayu dalam penentuan mutu kayu yang siap jual dilaksanakan sesuai ketentuan dengan mempertimbangkan kebutuhan kayu serta nilai ekonomi kayu yang diminati pasar.
Sementara ditempat berbeda, pedagang kayu Kandar menyampaikan apresiasi dengan proses pengaplingan serta administrasi di TPK, serta antusias dengan kayu produk Perhutani yang tertib administrasi sehingga menarik minat pembeli kayu dan memberikan rasa aman bagi pedagang, sehingga pedagang terhindar dari risiko illegal loging.
“Dengan pelayanan yang diberikan TPK Perhutani serta tertib pengaplingan kayu dan didukung administasi hasil hutan yang baik, memberikan kepuasan konsumen”, imbuh Kandar.
Melalui kegiatan pemantauan dan pembinaan teknis ini, Perhutani berharap dapat meningkatkan kompetensi serta profesionalisme dalam penatausahaan persediaan hasil hutan kayu serta meningkatkan pelayanan penjualan kayu sebagai ujung tombok pendapatan perusahaan. (jk/w3p)
