SUKOHARJO (inspirasiline.com) Pemerintah Kabupaten Sukoharjo terus mendorong peningkatan produksi jagung sebagai bagian dari upaya memperkuat sektor pertanian dan ketahanan pangan. Hal tersebut disampaikan oleh Plt. Bupati Sukoharjo Eko Sapto Purnomo dalam kegiatan Panen Raya Jagung Bersama Gubernur Jawa Tengah di Hamparan Sawah Kelompok Tani (KT) Krido Utomo, Gapoktan Krido Darmo, Desa Karanganyar, Kecamatan Weru.
Berdasarkan data Januari hingga September 2026, luas panen jagung di Kabupaten Sukoharjo mencapai 747 hektare, dengan perkiraan produksi sebanyak 6.449 ton dan produktivitas sebesar 86,33 kuintal per hektare. Untuk terus meningkatkan hasil produksi, Pemkab Sukoharjo melakukan optimalisasi melalui peningkatan luas tanam pada lahan-lahan potensial, penggunaan benih unggul dan penerapan teknologi budidaya, serta pengembangan mekanisasi pertanian melalui pemanfaatan alat dan mesin pertanian (alsintan).

Selain itu, penguatan infrastruktur pertanian, khususnya terkait ketersediaan air dan jaringan irigasi, menjadi salah satu perhatian dalam mendukung produktivitas lahan pertanian. Dalam upaya tersebut, Pemkab Sukoharjo juga terus membangun sinergi dengan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dan Pemerintah Pusat. Dukungan yang diharapkan antara lain berupa sarana produksi jagung, alat dan mesin pertanian, serta pengembangan sumber air untuk lahan-lahan yang memiliki potensi pengembangan jagung.
Pemerintah Kabupaten Sukoharjo menyampaikan apresiasi atas perhatian Pemerintah Provinsi Jawa Tengah terhadap sektor pertanian di daerah. Dukungan tersebut dinilai penting untuk memperkuat semangat petani dalam mempertahankan produktivitas dan keberlanjutan lahan pertanian. Melalui kolaborasi antara pemerintah dan petani, pengembangan komoditas jagung di Sukoharjo diharapkan terus meningkat sekaligus mendukung penguatan ketahanan pangan daerah.

Gubernur Jawa Tengaha Ahmad Luthfi mengatakan bahwa sumber air untuk pertanian dapat diperkuat melalui berbagai skema , mulai sumur dalam, sumur dangkal jaringan irigasi hingga embung. Pemerintah juga memastikan ketersediaan pupuk petani agar petani tidak menghadapi kendala saat memaksuki musim tanam. Luthfi optimis produksi pangan di Jawa Tengah masih bisa ditingkatkan, salah satu indikasinya panen jagung ini meskipun sebagian wilayah memasuki musim kemarau.

Sementara itu Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Jawa Tengah Pransiskus Dasilva Tavares menambahkan panen jagung di kabupaten Sukoharjo menjadi bagian setrategi menjaga produksi jagung Jawa Tengah. Hingga saat ini capaian produksi berada dikisaran 72 % dari target 3,7 juta ton, Sukoharjo mejadi salah satu daerah yang ikut menopang produksi tersebut. Menurut dia peningkatan rpoduksi tidak cukup hanya dilakukan dari sisi budidaya , infra struktur pertanian , mekanisasi, benih hingga penanganan pascapanen juga perlu diperkuat agar hasil pertanian memberikan nilai ekonomi yang lebih besar bagi petani. (prie)
