SRAGEN (inspirasiline.com) Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sragen memperkuat kolaborasi dengan Habitat for Humanity Indonesia dalam upaya mewujudkan hunian layak bagi masyarakat melalui Program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS).
Upaya tersebut dibahas dalam Workshop Kolaborasi Wujudkan Hunian Layak di Kabupaten Sragen yang digelar di Aula Lantai 2 Gedung Mall Pelayanan Publik (MPP) Askara Bumi Sukowati Sragen, Rabu (14/10/2026).
Bupati Sragen, Sigit Pamungkas, menyampaikan bahwa penanganan rumah tidak layak huni (RTLH) masih menjadi tantangan yang membutuhkan keterlibatan berbagai pihak. Berdasarkan data program Dandan Omah, masih terdapat 17.994 keluarga di Kabupaten Sragen yang menempati rumah tidak layak huni.
“Angka ini menunjukkan bahwa penanganan RTLH masih menjadi tantangan besar yang perlu kita selesaikan bersama,” ujarnya.
Menurut Bupati Sigit Pamungkas, Pemkab Sragen terus mendorong peningkatan kualitas hunian masyarakat. Namun, upaya tersebut tidak dapat hanya mengandalkan pemerintah, melainkan membutuhkan kolaborasi antara pemerintah pusat, Pemerintah daerah, pemerintah Desa, Organisasi Masyarakat Sipil, Dunia Usaha, Akademisi, Dan Masyarakat.
Salah Satu bentuk kolaborasi tersebut diwujudkan melalui sinergi Pemkab Sragen, Pemerintah Pusat, dan Habitat for Humanity Indonesia dalam penanganan RTLH melalui program BSPS.
Pada 2026, Kabupaten Sragen memperoleh alokasi BSPS sebanyak 1.216 unit rumah, dengan 101 unit di antaranya merupakan hasil kolaborasi bersama Habitat for Humanity Indonesia. Dalam skema tersebut, bantuan pemerintah sebesar Rp20 juta per keluarga diperkuat dengan dukungan Habitat for Humanity Indonesia sebesar Rp20 juta per keluarga.
Bupati Sigit Pamungkas menegaskan, keberhasilan program tidak cukup diukur dari jumlah rumah yang diperbaiki, tetapi juga dari peningkatan kualitas bangunan, kesehatan lingkungan, keamanan, serta manfaat nyata yang dirasakan keluarga penerima bantuan.
Dirinya berharap workshop tersebut menghasilkan rekomendasi konkret untuk memperkuat pendataan, pembiayaan kolaboratif, pendampingan teknis, serta perluasan kemitraan dalam penanganan RTLH di Kabupaten Sragen.
“Harapan kita, kolaborasi ini menjadi langkah berkelanjutan untuk menghadirkan hunian yang layak, sehat, aman, dan inklusif bagi masyarakat. Sebab, kehidupan yang lebih baik memang dapat dimulai dari rumah yang lebih baik,” pungkasnya. (Sugimin/17- Release Diskominfo Sragen)
