Peringati HSN, Kabupaten Kendal Turun Angka Kemiskinan Sepanjang Tahun 2026

NEWS
Caption : Bupati Kendal Dyah Kartika Permanasari bersama Kepala BPS Kendal Ade Sandi Parwoto dan Sekretaris Daerah Agus Dwi Sosialisasikan Statistical Coaching Clinik 2026 di Abdi Praja Kamis (22/10/2026).

KENDAL (Inspirasiline.com) – Statistical Coaching Clinic (SCC) yang bertema Sosialisasi DTSEN dan Kemiskinan Kabupaten Kendal 2026.

Kegiatan tersebut dalam rangka memperingati Hari Statistik Nasional (HSN) 2026 digelar di Ruang Ngesti Widhi, Setda Kendal, Kamis (22/10/2026).

Bupati Kendal Dyah Kartika Permanasari mengatakan, bahwa pentingnya kolaborasi antar instansi ini bertujuan untuk meningkatkan literasi data masyarakat, khususnya terkait pemahaman Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN).

“Perubahan desil dalam DTSEN kerap disalahpahami masyarakat sebagai penentu atau label penerima bantuan sosial, padahal desil menggambarkan posisi relatif kesejahteraan suatu rumah tangga, ” ujar Bupati.

Dyah Kartika Permanasari menyampaikan, Pemahaman mengenai DTSEN dan indikator angka kemiskinan harus tepat. Hal ini penting agar informasi yang tersampaikan kepada publik jernih dan tidak menimbulkan kesalahpahaman di kalangan masyarakat.

Sementara Kepala BPS Kabupaten Kendal, Ade Sandi Parwoto, menyampaikan sejumlah capaian positif terkait penurunan angka kemiskinan di Kabupaten Kendal sepanjang tahun 2026.

Lanjutnya, Mengenai garis kemiskinan, tercatat sebesar Rp585.275 per kapita per bulan, mengalami kenaikan Rp64.214 dibandingkan tahun 2025 yang sebesar Rp521.061.

“Kenaikan ini mencerminkan penyesuaian nilai standar kebutuhan minimum untuk hidup layak, bukan bertambahnya jumlah warga miskin, ” tuturnya.

Ade Sandi Parwoto mengatakan, untuk jumlah dan persentase penduduk miskin berkurang sebanyak 3.450 jiwa, yaitu dari 83.730 orang pada tahun 2025 menjadi 80.280 orang pada tahun 2026. Hal tersebut, persentase kemiskinan P0 menunjuk angka penurunan dari 8,40 persen menjadi 8,07 persen.

Lanjutnya, indeks kedalaman dan keparahan kemiskinan juga menunjukkan tren membaik. Indeks kedalaman kemiskinan P1 membaik dari 1,47 menjadi 1,11, yang mengindikasikan rata-rata pengeluaran penduduk miskin semakin mendekati garis kemiskinan. Sementara itu, indeks keparahan kemiskinan P2 turun dari 0,35 menjadi 0,22, menunjukkan ketimpangan pengeluaran di antara penduduk miskin makin mengecil.

“Secara umum, capaian indeks P0, P1, dan P2 Kabupaten Kendal pada tahun 2026 ini berada di bawah rata-rata angka Provinsi Jawa Tengah maupun tingkat nasional,” tandas Ade Sandi Parwoto.(eko)

Bagikan ke:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *