Penulis: Joko Widodo | Editor: Dwi NR
GROBOGAN | inspirasiline.com
DALAM masa Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat, 3-20 Juli, kasus Covid-19 di Kabupaten Grobogan agaknya justru makin mengganas dengan total kasus yang melonjak, dari angka 4.797 pada pekan lalu, menjadi 5.568 kasus pada pekan terakhir ini.
Oleh karena itu, Pemkab Grobogan tetap menerapkan Gerakan “Grobogan Sehari di Rumah Saja” jilid kelima, Minggu (11/7/2021).
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) selaku Ketua Satgas Penanganan Covid-19 Kabupaten Grobogan Endang Sulistyoningsih menyebutkan, berdasarkan Surat Edaran Sekda No 360/2099/2021 tanggal 7 Juli 2021 tentang Pedoman Gerakan Sehari di Rumah Saja, Pemkab menerapkan gerakan itu sebagai suatu upaya menekan mobilitas penduduk sekaligus penularan Covid-19 di Grobogan.
“Kasusnya meningkat terus, oleh sebab itu kami terapkan gerakan ini,” kata Endang Sulistyoningsih melalaui WhatsApp (WA) kepada inspirasiline.com, Sabtu (10/7/21).
Sebagaimana diberitakan, Gerakan “Grobogan Sehari di Rumah Saja” sudah berjalan empat kali setiap Minggu, dan Minggu (11/7/2021) besok merupakan jilid kelima.
Berdasarkan SE Sekda itu, Gerakan “Grobogan Sehari di Rumah Saja” jilid kelima ini menerapkan pola yang sama, yakni dimulai pada Minggu (11/7/2021) pukul 05.00 hingga Senin (12/7/2021) pukul 05.00, dengan ketentuan semua yang dapat menimbulkan kerumunan seperti pasar, mal, toko, restoran, warung makan, dan sejenisnya diminta untuk tutup atau tidak beroperasi.
Selain itu, Endang Sulistyoningsih meminta masyarakat untuk selalu menerapkan protokol kesehatan 5M di mana pun berada.
“Kalau tidak penting amat, warga tidak usah keluar rumah,” ujarnya.***
