Panen Terong bareng Istri Bupati Blora, Petani Curhat Harga Anjlok

NEWS

Penulis: Yokanan | Editor: Dwi NR
BLORA | inspirasiline.com

HARGA sayuran di tingkat petani terus merosot. Pandemi Covid-19 disebut menjadi penyebab terpuruknya nasib para petani sayuran di wilayah Kabupaten Blora.

Sejak Covid-19 melanda, tingkat penjualan komoditas sayuran anjlok. Bahkan para petani kesulitan untuk menjual sayuran ke pasaran.

Antok Setyo Utomo, petani terong di Desa Pojokwatu, Kecamatan Sambong, Kabupaten Blora mengatakan, sejak sebulan terakhir harga terong tak menentu. Permintaan pun mengalami penurunan.

“Untuk saat ini harganya anjlok sekali, yang biasanya laku Rp 150 ribu per karung, kini hanya Rp 25 ribu. Itu pun susah sekali sekarang menjualnya,” ujar Antok saat melakukan panen terong bersama istri Bupati Blora, Ainia Shalichah, Kamis (2/7/2021).

Antok menduga, harga terong anjlok akibat pembatasan jam operasional pasar, sehingga proses jual-beli terbatas. Dia berharap, pandemi Covid-19 segera berakhir dan perekonomian normal kembali.

Sementara istri Bupati Blora, Ainia Shalichah saat memanen tanaman terong petani berjanji akan menyampaikan persoalan itu ke bupati.

“Saya ingin terong bisa dijadikan berbagai olahan agar bisa mendongkrak harga jualnya,” kata Ainia Shalichah.

Ainia juga berharap, status Kabupaten Blora bisa turun ke PPKM Level 2 Covid-19. Dengan demikian, situasi perekonomian bisa lancar dan kehidupan menjadi normal.***

Bagikan ke:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *