Walikota Tegal Luncurkan Program Gerakan Gropyokan Sampah

NEWS

Tegal-Inspirasiline.com. Persoalan sampah di Kota Tegal mendapat perhatian serius dari Pemerintah Kota (Pemkot). Melalui peluncuran program “Gerakan Gropyokan Nangani dan Mberesi Sampah”, Pemkot Tegal berkomitmen untuk mengatasi sampah langsung dari sumbernya. Peluncuran resmi yang mengusung semangat “Bersih Pangkal Sehat dan Mandiri!” ini disambut hangat oleh berbagai elemen masyarakat dan pejabat daerah.

Acara launching yang dilangsungkan di Ruang Rapat Perumda Tirta Bahari, pada Kamis (30/4/2026), dihadiri langsung oleh Wakil Wali Kota Tegal, Tazkiyyatul Muthmainnah, didampingi Sekda Kota Tegal, Agus Dwi Sulistyantono, perwakilan Komisi III DPRD, serta pimpinan dari Bank Indonesia dan OJK Tegal.

Menanggapi kondisi timbulan sampah Kota Tegal yang mencapai 170 ton per hari, di mana baru sekitar 50 ton yang berhasil dikelola dari sumbernya, program gropyokan ini menjadi gebrakan vital. Kepala Bidang Pengelolaan Sampah dan Limbah B3, Untung Pri Wibowo, menekankan pentingnya program ini untuk mengurangi beban Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Bokong Semar dan memperpanjang usia pakainya, serta sejalan dengan target nasional pengurangan sampah 60% pada tahun 2026 dan menuju zero waste pada 2029.

Walikota Tegal, Dedy Yon Supriyono, menegaskan bahwa solusi sampah harus dimulai dari hulu. Pendekatan “orang tua asuh”, yang sebelumnya sukses dalam penanganan stunting, kini diadaptasi untuk pemberdayaan masyarakat dalam mengelola sampah rumah tangga. Melalui edukasi pemilahan sampah organik menjadi kompos dan sampah anorganik untuk dimanfaatkan kembali melalui bank sampah, diharapkan kesadaran dan partisipasi masyarakat akan meningkat pesat.

Seluruh 27 kelurahan di Tegal akan menjadi sasaran program ini, dengan dukungan dari 34 OPD, 25 sekolah, dan 8 puskesmas sebagai pendamping intensif. Rangkaian kegiatan mulai dari sosialisasi, pelatihan, pendampingan lapangan, hingga evaluasi berkala, menjadi pilar penting gerakan ini. Penyerahan bantuan simbolis berupa komposter dan timbangan kepada bank sampah menjadi bukti nyata komitmen Pemkot.

Gerakan Gropyokan ini diharapkan tidak hanya menciptakan lingkungan yang bersih, sehat, dan nyaman, tetapi juga menumbuhkan perubahan perilaku masyarakat yang berkelanjutan dalam pengelolaan sampah. (Biet)

Bagikan ke:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *