Penulis: Sugimin
SRAGEN | inspirasiline.com
TENTARA Manunggal Masuk Desa (TMMD) Sengkuyung tahap III Tahun Anggaran (TA) 2021 di Desa Banyuurip, Kecamatan Jenar, Kabupaten Sragen dibuka Kasdim 0725/Sragen Mayor (Inf) Wijiono di Aula Guyub Rukun Kodim 0725/Sragen, Rabu (15/9/2021).
TMMD Sengkuyung tahap I TA 2021 dilaksanakan di Desa Jekani, Kecamatan Mondokan dan TMMD Sengkuyung II di Desa Tlogotirto, Kecamatan Sumberlawang.

TMMD Sengkuyung III di Desa Banyurip akan digelar selama 30 hari, dimulai hari ini, Rabu (15/9/2021) sampai 14 Oktober 2021 mendatang.

Staf Penerangan Kodim 0725/Sragen Sertu Mahmud Y mengatakan, sasaran TMMD Sengkuyung III di Desa Banyurip ini, di antaranya cor jalan sepanjang 939 meter, lebar 2,3 meter, dan tebal 12 cm.
Sasaran tambahan berupa renovasi 13 unit rumah tidak layak huni (RTLH) dan 13 unit jamban sehat, serta sasaran nonfisik berupa penyuluhan pertanian, peternakan, perkebunan, sosialisasi tentang Covid-19, penyuluhan tentang narkoba dan tentang kesehatan.
Pembukaan digelar secara sederhana, dengan protokol kesehatan (prokes) sangat ketat dan singkat, hanya meliputi penandatanganan dan penyerahan naskah TMMD dari Kepala Dinas Pemberdayaan Desa (DPMD) Joko Suratno kepada Kasdim Sragen Wijiono. Dilanjutkan penyerahan bantuan renovasi RTLH dan jamban sehat secara simbolis oleh Kasdim Sragen Wijiono.
Dandim 0725/Sragen Letkol (Inf) Anggoro Heri Pratikno dalam amanat yang dibacakan Kasdim Mayor (Inf) Wijiono mengatakan, TMMD Sengkuyung III ini mengusung tema “TMMD Wujud Sinergi Membangun Negeri.”
Makna yang terkandung dari tema tersebut adalah bahwa TNI bersama pemerintah daerah dan kepolisian serta masyarakat bersama-sama melaksanakan percepatan pembangunan fasilitas umum, fasilitas sosial dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Dandim Anggoro Heri Pratikno berharap, dengan kegiatan TMMD bisa memperlancar transportasi dan ekonomi desa, tersedianya sarana dan prasarana jalan desa yang memadai, terkoneksinya hubungan antardesa, bahkan antarkecamatan, serta terbangunnya rasa memiliki dan budaya gotong royong.***
