Sragen-inspirasiline.com. Gelar Karya Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 78 Sragen menandai berakhirnya Tahun Ajaran 2025/2026 yang berlangsung di lingkungan SRT 78 Sragen pada Sabtu (20/6/2026). Kegiatan tersebut menjadi momentum untuk menampilkan berbagai capaian dan hasil pembelajaran siswa selama Satu Tahun pertama penyelenggaraan pendidikan.
Dalam Gelar Karya tersebut, para siswa memamerkan hasil karya dan proyek pembelajaran yang dikembangkan melalui program kokurikuler di bidang lingkungan, literasi, seni, komputasi, serta eksplorasi matematika dan fisika. Pameran ini menunjukkan perkembangan peserta didik yang tidak hanya meningkat secara akademik, tetapi juga semakin kreatif, mandiri, percaya diri, dan mampu bekerja sama dalam menghasilkan karya yang bermanfaat.
Wakil Bupati Sragen, H. Suroto, mengapresiasi berbagai capaian yang ditunjukkan para siswa selama tahun perdana penyelenggaraan SRT 78 Sragen. Menurutnya, perkembangan tersebut menjadi bukti bahwa program Sekolah Rakyat mampu membuka peluang masa depan yang lebih baik bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu sekaligus mendukung upaya pengentasan kemiskinan.
Ia menambahkan, keberadaan SRT merupakan kesempatan berharga yang harus terus diperkuat melalui peningkatan kualitas pendidikan serta dukungan berkelanjutan bagi para siswa, termasuk melalui program beasiswa dan pelatihan kerja setelah lulus.

“Pemkab Sragen berkomitmen mendukung masa depan anak didik melalui berbagai program dan fasilitas yang telah disiapkan. Kami berharap kesempatan emas ini dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya untuk meraih masa depan yang lebih baik,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Sekolah SRT 78 Sragen, Giyatno mengatakan selama Satu Tahun pembelajaran, berbagai program pendampingan, layanan gizi, pengembangan bakat dan minat, serta pembelajaran vokasi telah dijalankan untuk mendukung tumbuh kembang siswa secara optimal. Menurutnya, program-program tersebut telah memberikan dampak positif terhadap kesehatan, kedisiplinan, kemandirian, serta kepercayaan diri peserta didik.
“Tugas kami adalah menyalakan harapan, cita-cita, dan mimpi setiap siswa. Bersama tenaga pendidik, kami berupaya menggali, membangun, dan menjaga mimpi mereka demi masa depan yang lebih baik. Kami berharap SRT 78 Sragen mampu menjadi benchmark sekolah yang berkualitas, maju, dan unggul,” kata Giyatno.
Dampak positif SRT 78 Sragen turut dirasakan Yosi Candra, wali murid asal Kabupaten Sukoharjo. Ia bersyukur anaknya dapat kembali melanjutkan pendidikan setelah sempat berhenti sekolah selama Dua Tahun. Menurutnya, lingkungan belajar yang kondusif serta pendampingan para tenaga pendidik telah membantu anaknya menemukan kembali semangat belajar dan berkembang menjadi pribadi yang lebih baik.
“Saya melihat perubahan yang luar biasa. Sekolah Rakyat mampu membentuk karakter disiplin, menumbuhkan minat belajar, meningkatkan adab, perilaku, kerohanian, dan kemandirian siswa. Saya berharap ke depan SRT semakin berkembang dan mampu mencetak Generasi Emas 2045 untuk membantu mengentaskan kemiskinan di wilayah kita,” tuturnya.
Hal senada disampaikan Aisya Mukharohmah, siswi asal Kecamatan Nogosari, Kabupaten Boyolali. Ia mengaku bersyukur dapat melanjutkan pendidikan setelah sebelumnya sempat tidak bisa melanjutkan ke jenjang SMA.
Menurut Aisya, suasana belajar di sekolah terasa menyenangkan dan memberinya banyak pengalaman baru, termasuk kemampuan mengoperasikan komputer dan laptop yang sebelumnya belum ia kuasai.
“Di sini saya ingin berkembang menjadi lebih baik. Saya memang belum memutuskan setelah lulus SMA akan kuliah atau bekerja, tetapi saya bertekad untuk sukses, memutus rantai kemiskinan keluarga, mengangkat derajat orang tua, dan memiliki kehidupan yang lebih layak,” ungkapnya. (Sugimin/17- Release Diskominfo Sragen)
