Sragen-Inspirasiline.com. Melalui program “HEALING” atau layanan kesehatan hewan keliling, dokter hewan hadir langsung menyapa para peternak di Dukuh Ngampon RT 7, Desa Krikilan, Kecamatan Kalijambe, Rabu (15/4/2026).
Bupati Sragen, Sigit Pamungkas, mendampingi Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, dalam pelaksanaan kegiatan tersebut. Program ini menjadi langkah konkret dalam memastikan kesehatan hewan ternak sekaligus memperkuat Ketahanan Pangan Daerah Menjelang Idul Adha.
Dalam keterangannya, Gubernur Ahmad Luthfi menegaskan bahwa program HEALING merupakan bagian dari Inovasi Pelayanan Kesehatan Hewan berbasis jemput bola yang digagas Pemerintah Provinsi Jawa Tengah.

“Kegiatan HEALING ini merupakan bagian dari Program Provinsi terkait layanan dokter hewan keliling. Kita memiliki sistem Puskeswan atau pusat kesehatan hewan di seluruh kabupaten/kota di Jawa Tengah yang berfungsi melakukan pemantauan kesehatan hewan di Wilayah kita,” ujar Gubernur.
Ia menjelaskan, melalui Program Ini, Tenaga Medis Hewan Turun Langsung ke lapangan untuk memberikan pelayanan tanpa biaya kepada para peternak.
“HEALING ini menghadirkan dokter hewan yang menjemput bola langsung ke peternak tanpa biaya. Layanan yang diberikan meliputi pengecekan penyakit hewan, pengobatan, vaksinasi, hingga USG hewan apabila diperlukan. Ini akan sangat mempermudah peternak dalam mendapatkan layanan kesehatan hewan,” jelasnya.
Lebih lanjut, Ahmad Luthfi menambahkan bahwa kegiatan ini juga menjadi langkah preventif menjelang Hari Raya Idul Adha, mengingat tingginya kebutuhan dan mobilitas hewan ternak.
“Hari ini kita lakukan pengecekan karena sebentar lagi Idul Adha. Populasi hewan ternak di Jawa Tengah mencapai 6,3 Juta Ekor, jumlah yang sangat besar. Kita tidak ingin ditemukan penyakit yang berpotensi menular,” tegasnya.
Di Kabupaten Sragen, Gubernur menyebut kondisi kesehatan hewan ternak terpantau aman. Ia juga memastikan bahwa ketersediaan daging di Jawa Tengah dalam kondisi aman bahkan surplus.
“Untuk swasembada daging di Jawa Tengah sangat cukup, bahkan lebih dari cukup. Penyembelihan dari provinsi lain pun banyak dilakukan di tempat kita. Jadi meskipun ada penurunan angka dari sisi peternak, hal itu tidak mempengaruhi ketersediaan daging,” pungkasnya. (Sugimin/17 – Release Diskominfo Sragen)
