SEMARANG (inspirasiline.com) – PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 4 Semarang mengimbau masyarakat untuk mewaspadai penipuan tiket kereta api yang memanfaatkan fitur pembiayaan digital atau PayLater pada platform pihak ketiga dan e-commerce.
Imbauan tersebut disampaikan sebagai langkah preventif untuk meningkatkan edukasi serta perlindungan masyarakat dalam melakukan transaksi digital. Modus penipuan yang digunakan pelaku berupa rekayasa sosial atau social engineering dengan memanfaatkan kelengahan dan limit pembiayaan pribadi korban.
Manager Humas KAI Daop 4 Semarang, Luqman Arif, menjelaskan bahwa modus tersebut tidak berkaitan dengan kerentanan sistem pemesanan tiket kereta api. Pelaku menjalankan aksinya melalui manipulasi psikologis terhadap calon korban.
Modus biasanya diawali dengan bujukan kepada korban. Pelaku dapat mengaku sedang membutuhkan bantuan, menawarkan imbalan komisi, atau menjanjikan keuntungan instan apabila korban bersedia memesankan tiket kereta api menggunakan limit PayLater dari akun pribadi.
Setelah tiket berhasil terbit, pelaku kemudian memanfaatkan kendali atas akun pemesanan untuk mengajukan pembatalan atau refund tiket. Dana hasil pengembalian tersebut selanjutnya mengalir ke rekening pelaku.
“Setelah tiket terbit, pelaku memanfaatkan kendali akun pemesanan untuk memproses pembatalan tiket (refund). Akibatnya, uang pengembalian dana pembatalan mengalir ke rekening pelaku, sementara korban tetap dibebani kewajiban tagihan cicilan PayLater beserta bunganya,” jelas Luqman.
KAI Pastikan Sistem Tiket Aman
Luqman menegaskan, seluruh sistem penjualan dan operasional tiket KAI beroperasi dengan standar keamanan tinggi serta melalui proses verifikasi yang ketat.
“Kami menegaskan bahwa infrastruktur transaksi dan sistem tiket KAI sepenuhnya aman. Modus ini murni merupakan rekayasa sosial di luar ekosistem operasional langsung KAI yang memanfaatkan kelalaian serta limit pembiayaan individu,” tegasnya.
Karena itu, KAI Daop 4 Semarang menyarankan pelanggan melakukan pemesanan tiket secara mandiri melalui kanal resmi KAI. Masyarakat dapat menggunakan aplikasi Access by KAI atau laman resmi booking.kai.id.
Langkah tersebut dinilai penting untuk menjaga keamanan transaksi, memastikan kepastian data, dan memperoleh kemudahan layanan secara menyeluruh.
Lima Panduan Hindari Penipuan Tiket
Untuk mencegah masyarakat menjadi korban, KAI Daop 4 Semarang membagikan sejumlah panduan keamanan transaksi digital.
Pertama, masyarakat diminta mengutamakan pemesanan tiket melalui kanal resmi KAI, yakni aplikasi Access by KAI atau laman booking.kai.id.
Kedua, masyarakat sebaiknya tidak membelikan tiket untuk orang asing atau pihak yang tidak dikenal, terlebih apabila transaksi menggunakan akun finansial, fasilitas cicilan, maupun limit pinjaman pribadi.
Ketiga, masyarakat harus menjaga keamanan akun dan data pribadi. Jangan memberikan data sensitif, akses akun, kata sandi, PIN, maupun kode OTP kepada pihak mana pun dengan alasan apa pun.
Keempat, masyarakat perlu mewaspadai tawaran komisi atau keuntungan mudah yang mengharuskan seseorang melakukan transaksi perbankan atau pembelian atas nama pribadi.
Kelima, masyarakat diminta menyimpan rekam jejak percakapan dan bukti mutasi transaksi apabila menemukan indikasi mencurigakan. Bukti tersebut dapat digunakan untuk membantu proses investigasi.
Apabila menemukan indikasi kecurangan atau menjadi korban kejahatan digital, masyarakat diminta segera melapor kepada kepolisian terdekat. Korban juga dapat menghubungi layanan bantuan konsumen atau customer service penyedia platform terkait serta mengonfirmasikan keabsahan tiket melalui kanal resmi KAI. (*)
