Pasar Bahulak Lolos Verifikasi CHSE Kemenparekraf

NEWS

Penulis: Sugimin
SRAGEN | inspirasiline.com

PASAR Bahulak, Desa Karungan, Kecamatan Plupuh, Kabupaten Sragen lolos dalam verifikasi Cleanliness, Health, Safety, Environment Sustainability (CHSE) dari Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf).

Pengelola Pasar Bahulak dipandang mampu menerapkan protokol kesehatan (prokes) di masa pandemi Covid-19 berbasis empat hal, yakni kebersihan, kesehatan, keamanan, dan kelestarian lingkungan.

KEPALA Desa Karungan Joko Sunarso.

“Hal itu menjadi bukti bahwa pelaku usaha (di Pasar Bahulak) telah memiliki, menerapkan, hingga meningkatkan protokol kesehatan. Dengan begitu, wisatawan dan masyarakat pun merasa terjamin dengan pemenuhan standar protokol kesehatan,” ungkap Kepala Desa (Kades) Karungan Joko Sunarso kepada inspirasiline.com, Rabu (22/9/2021).

Dikatakan, auditor CHSE dari Kemenparekraf tiba di Pasar Bahulak pada Rabu (15/9/2021) lalu. Selama kurang lebih tujuh jam, auditor CHSE memberi penilaian terhadap pelaksanaan Pasar Bahulak yang meliputi 84 indikator. Dari 84 indikator itu, Pasar Bahulak sudah memenuhi 71 indikator.

PESERTA gowes menyempatkan berpose di pintu masuk Pasar Bahulak.

Meski masih ada 13 indikator yang belum terpenuhi, Pasar Bahulak mampu mendulang 85 poin dengan nilai memuaskan.

“Pasar Bahulak lolos dengan nilai memuaskan, sehingga jadi daya tarik wisatawan yang aman dikunjungi,” ujarnya.

Kades Joko Sunarso menjelaskan, 13 indikator yang belum bisa dipenuhi di Pasar Bahulak, di antaranya adalah tempat sampah tertutup dan khusus alat pelindung diri (APD), belum adanya sistem pengembalian dana bagi pengunjung yang tidak diperkenankan masuk karena alasan kesehatan, asuransi kesehatan, APAR, pengelolaan limbah cair, serta formulir berbasis daring untuk mendata jumlah pengunjung.

“Sejumlah indikator yang sudah terpenuhi, antara lain ketersediaan jalur evakuasi, penghematan energi listrik, penghematan air, tempat sampah organik dan anorganik, fasilitas MCK yang memadai, alat ukur suhu, pengumuman area wajib masker, imbauan menjaga jarak, dan lain-lain,” bebernya.

Selain itu, Desa Karungan dijadikan Desa Pancasila dan pengaturan pasar desanya sudah dimasukkan Peraturan Desa (Perdes) dengan target Pendapatan Asli Desa (PADes) tahun 2022 nanti Rp 20.000.000 per tahun.

“Sejak Mei lalu, per pasaran retribusi dan parkir sudah masuk ke Kas Desa Rp 300.000, kalau setahun tinggal mengalihkan. Setahun itu ada 144 pasaran,” terang Joko Sunarso seraya menambahkan bahwa sebetulnya Desa Karungan disarankan masuk Anugerah Desa Wisata, tapi pihaknya belum siap dan sudah mendapat Surat Keputusan (SK) Desa Wisata dari Bupati.

Adapun yang masuk Anugerah Desa Wisata Nasional adalah Desa Krikilan, Kecamatan Kalijambe, karena keberadaan Sangiran yang ada museumnya.***

Bagikan ke:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *