Penulis: Supriyani
SUKOHARJO | inspirasiline.com
TIGA kecamatan di wilayah Kabupaten Sukoharjo bagian selatan menjadi langganan kekeringan setiap musim kemarau tiba. Dari dulu hingga saat ini belum ada solusi untuk menyelesaikan masalah krisis air di daerah tersebut.
“Tiga wilayah itu adalah di Kecamatan Bulu, Weru, dan Tawangsari yang ada sebagian desanya memang menjadi langganan kekeringan di setiap musim kemarau tiba,” ungkap Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sukoharjo Sri Maryanto di sela-sela peninjauan TMMD Reguler 112 di Desa Majasto, Kecamatan Tawangsari, Senin (27/9/2021).
Sri Maryanto merinci, desa-desa yang kerap mengalami krisis air di ketiga wilayah itu adalah Desa Kamal, Kecamatan Bulu; Desa Tawang dan Desa Tegalsari, Kecamatan Weru; serta Desa Kedung Jambal, Kecamatan Tawangsari.
Untuk mengatasi dampak keringan tersebut, BPBD bekerja sama dengan Baznas dan CSR perusahaan hingga saat ini sudah melakukan droping air bersih sebanyak 73 tangki.
“Jika masih ada permintaan, berapa pun kami siap melayani. Sebetulnya BPBD telah berusaha membantu membuatkan sumur Pamsimas, namun karena sumber airnya sangat sedikit, sehingga tidak bisa mencukupi untuk kebutuhan konsumsi masyarakat di sana,” terang Sri Maryanto.
Sementara saat ini di Desa Watubonang dan Watulumbung, Kecamatan Tawangsari sudah ada 6 titik sumur, sehingga bisa sedikit membantu masyarakat setempat.
Kemudian di Desa Puron dan Kunden, Kecamatan Bulu telah dibuatkan bak tandon air.
“Itu bisa dimanfaatkan untuk menampung air jika musim hujan tiba,” ujarnya.***
