Gubernur Jateng Ganjar Pranowo Berpendapat Perlunya Mengaktifkan Kembali Jogo Tonggo dan Kampanye Pakai Masker

NEWS

Sragen-Inspirasiline.com. Hal tersebut disampaikan Gubernur Jateng  Ganjar Pranowo saat Rapat Koordinasi ( Rakor) Penanganan Covid-19 di Provinsi Jateng  secara berani yang dihadiri Bupati/Walikota dan Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) se-Jawa Tengah, Senin (14/2/2022).

“Kita aktifkan kembali peran dan tugas Jogo Tonggo di kabupaten/kota untuk mendata. Minimal mencatat  yang sakit, masuk Rumah Sakit (RS), kondisi dan lain sebagainya. Kemudian Dinas Kesehatan dapat mengaktifkan kembali nomor kontak yang dapat dihubungi masyarakat untuk konsultasi publik, misalnya dapat menggunakan aplikasi Whatsapp. Tidak perlu terlalu masif tetapi dapat memberikan pelayanan yang dibutuhkan oleh masyarakat,” Ungkap Ganjar Pranowo menjelaskan.

Sumber di Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Sragen ketika dihubungi Inspirasiline.com  Selasa (15/2/2022) menyebutkan,  Gubernur Ganjar Pranowo menghimbau seluruh elemen masyarakat  yang ada untuk mengurangi aktivitas di luar rumah.

“Kurangi keluar kota, supaya kita menjaga diri kita dengan yang lain,”Ungkap Sumber di Diskominfo Sragen menirukan Ganjar Pranowo.

Dikatakan, Lurahnya orang Jawa Tengah itu  mengingatkan, pentingnya kerjasama pemerintah bersinergi denganTNI/Polri serta tokoh masyarakat agar dapat disampaikan secara baik kepada masyarakat.

Sampai saat ini klaster penularan yang sangat rentan adalah keluarga, maka bagi yang ingin mandiri sebaiknya memperhatikan protokol kesehatan (prokes) yang ada sehingga tidak menulari keluarga yang lain.

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah Yunita Diah Suminar  katanya dalam paparannya mengatakan, klaster yang paling diwaspadai salah satunya adalah klaster keluarga. Selain keluarga, yang harus diwaspadai pula yaitu sekolah, pondok pesantren, perkantoran, tempat usaha dan tenaga kesehatan (nakes) juga termasuk menjadi klaster penyaluran. Untuk itu, pentingnya menjaga diri, agar menjadi perhatian semua pihak.

Cakupan vaksinasi yang masih kurang dari 60% agar menjadi perhatian bagi kabupaten/kota yang belum maksimal. Sehingga diharapkan untuk lebih meningkatkan cakupan kebutuhan vaksinasinya.

Menurutnya Yuanita Diah Suminar menjelaskan, Surat Edaran dari Kementrian Kesehatan (Kemenkes) yang menyatakan bahwa larangan bagi penggunaan vaksin Sinovac untuk vaksin ke 2.

“Jadi khusus untuk Sinovac memang digunakan untuk anak-anak. Jangan digunakan untuk orang dewasa,” Ungkapnya tegas.

Sumber tersebut mengatakan, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Sragen dr. Hargiyanto menjelaskan dengan kasus Covid 19 yang tinggi di kabupaten Sragen upaya yang terus dilakukan adalah sosialisasi kepada masyarakat agar tetap menjalankan proses serta penggunaan masker dan pengurangan aktivitas masyarakat. ( Sugimin/17)

Bagikan ke:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *