Dua gedung bersejarah di KotaTegal Sabtu 12 Maret 2022 dikuasai oleh teroris untuk menyandra sejumlah pejabat penting. Meendengar kabar tersebut pasukan dari Batalyon Yonif 407 Padma Kusuma Tegal tidak mau diam dan sekitar pukul 2 dini hari ia langsung bergerak untuk penyelamatan para sandra. Sebelum menuju sasaran, pasukan Batalyon 407 yang di dukung oleh Satuan anggota TNI lainnya dari Kodam IV/ Diponegoro
tetlebih dahulu mengatur strategi penyerangan di GOR Wisanggeni Tegal.

Setelah persiapan penyerbuan dianggap matang, pasukan mulai bergerak munuju gedung Birao (SCS) di depan stasiun kereta api Tegal. Namun tak terduga Ketika menuju sasaran, pasukan Batalyon dihadang oleh sejum
Lah Teroris yang menyelinap nap di sebuah rumah dinas PJkA baku tembakpun terjadi, berkat kesigapan pasukan Batalyon 407 mereka bethasil dilumpuhkan. Pergerakan menuju sasaran utama fasilitas penting di Tegal, terus betlanjut Sesampai di depan gedung SCS.

dan Woter Ledeng Tegal, pasukan penyelamat disambut dengan rentetan senjata dan meriem, meski dengan ganasnya teroris yang melancarkan dengan serangan senjata, namun satu persatu mereka dapat dilumpuhkan.
Bahkan sebelum baku tembak tetjadi pasukan penyelamat berhasil meng evakuasi warga disrkitar gedung Birao Tegal. Puncak penyerangan terjadi Sabtu pagi sekitar pk.05.00 WIB dengan saling baku tembak sekitar setengah jam sampai pasukan penyelamat berhasil masuk ke gedung SCS untuk menyelamatkan sejumlah pejabat yang di sandra. Adegan pertempuran kota terlihat cukup dasyat dan hiburan menarik bagi warga kota Tegal meski menyaksikanya dari kejauhan. Latihan tempur dalam kota yang betlangsung dua hari 11 dan 12 Maret 2022, dilaksankan pada jelang pagi mulai pukul 2 dini hari. Pelatihan Pertempuran Dalam Kota di Kota Tegal Tahun 2022 ditutup oleh Danrem 07i Wijaya kusuma Sabtu 12 Maret 2022 di Jl.Pancasila Kota Tegal, sekaligus apel dalam rangka untuk mengetahui kesiapan anggota TNI di wilayah Korem 071/Wijayakusuma dalam kesiapannya mengansipasi kemuungkinan kemungkinan munculnya kelompok kelompok radikalisme di Jawa Tengah.
Pangdam IV/ Diponegoro Mayjen.TNI. Rudiyanto dalam sambutan tertulis yang dibacakan oleh Danrem 071 Wijayakusuma Kol.Inf.Dwi lagan Saefrudin SIP mengatakan, bahwa wilayah Jawa Tengah merupskan barometernya Indonesia, sebab apapun yang terjadi di Jateng baik politik, ekonomi sosial budaya dan pertahanan keamanan akan berpengaruh di tingkat nasional. Kata Pangdam, penduduk Jateng yang jumlahnya cukup besar dengan berbagai aliran suku dan agama jika tidak dkelola dengan baik, dimungkinkan akan berpotensi menimbulkan konflik apa lagi disinyalir ada sejumlah kelompok kelompok radikal yang tersebar di Jatemg, oleh sebab itu sebagai prajurit harus mampu mengansipasi setiap ancaman yang akan mengarah pada berkembangnya paham radikalisme. Upaya tersebut, kata Pangdam harus memaksimalkan anggota intel dan Babinsa di setiap wilayah untuk meminimalisir munculnya kelompok radikalisme tersebut.
Latihan psrtempuran kota yang dilaksanakan oleh batalyon Yonif 407 Padma kusuma, merupakan latihan dalam Kesatuan bertujuan untuk mmbina kemampuan pranurit dalam satuan tempur agar kedepan mereka selalu siap dalam menghadapi tugas yang semakin komplek. Kemampuan satuan dalam pertempuran kota, dianggap perlu dengan dihadapkan pada persoalan dan kondisi jaman sekarang. Pangdam juga berharap kemampuan bertempur dalam kota, tidak harus hanya dimiliki oleh satuan raider atau satuan khusus saja, tetapi harus dimiliki oleh srmua prajurit di jajaran kodam IV /Diponegoro. oleh sebab itu, latihan tempur dalam kota harus dilaksakan secara rutin. Walikota Tegal Dedy Yon Supriyono merasa bangga bahwa wilayahnya di jadikan latihan pertempuran kota oleh Batalyon Yonif 407 Padma Kusuma. (Biet)
