Jaga Kondusifitas Nataru dan Pilkades Serentak 2026 Pemkab Gelar Sinergi Kewaspadaan Dini

NEWS

Sukoharjo-Inspirasiline.com. Pemerintah Kabupaten Sukoharjo menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) Kewaspadaan Dini yang melibatkan Forum Kewaspadaan Dini  Masyarakat (FKDM) dan Tim Kewaspadaan Dini Pemerintah Daerah. Rakor yang berlangsung di Gedung Menara Wijaya Setda Pemkab Sukoharjo, Selasa (9/12), ini fokus pada upaya pencegahan potensi kerawanan menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru (Nataru) serta persiapan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Serentak 2026.

Bupati Sukoharjo dalam arahannya menegaskan bahwa kewaspadaan dini adalah instrumen penting untuk menjaga stabilitas daerah di tengah dinamika sosial yang kompleks.

“Kondusifitas wilayah bukanlah sesuatu yang hadir dengan sendirinya, tapi lahir dari kerjasama yang solid antara pemerintah, aparat keamanan, tokoh masyarakat, tokoh agama, pemuda, serta seluruh elemen masyarakat,” ujar Bupati, menekankan tema kegiatan: “Sinergitas Pemerintah dan Elemen Masyarakat untuk Menciptakan Kondusifitas di Kabupaten Sukoharjo.”

Bupati  Etik Suryani berharap forum ini menjadi sarana memperkuat jejaring kewaspadaan, saling berbagi informasi, serta menyusun langkah strategis agar setiap persoalan dapat diantisipasi sedini mungkin.

Fokus Nataru dan Pilkades Serentak

Ketua FKDM Kabupaten Sukoharjo, Sofwan Faisal Sifyan, menjelaskan bahwa koordinasi ini mempertemukan Tim Kewaspadaan Dini Pemerintah dengan FKDM dan seluruh elemen masyarakat, termasuk ormas keagamaan dan kepemudaan.

Menurut Sofwan, terdapat dua urgensi utama yang menjadi fokus deteksi dan penjagaan dini:

  Nataru: Menjaga stabilitas agar perayaan Natal dan Tahun Baru berjalan sukses tanpa gangguan.

 Pilkades Serentak 2026: Melakukan deteksi dini dan mengantisipasi potensi ancaman, tantangan, hambatan, dan gangguan (ATHG) yang dapat memicu permasalahan atau konflik di tingkat desa.

Mitigasi di Lapangan: Solo Baru dan Pengaturan Ibadah

Terkait mitigasi, FKDM telah memerintahkan jaringannya di tingkat kecamatan dan desa untuk melakukan pendekatan dengan bakal calon Pilkades dan bersilaturahmi dengan tokoh-tokoh ormas lintas agama menjelang Nataru.

Sofwan menyebut ada beberapa titik yang perlu diwaspadai secara khusus, termasuk sentra keramaian seperti Solo Baru, yang biasa menjadi tempat konsentrasi massa saat malam Tahun Baru. Selain itu, FKDM juga menyoroti masalah tempat ibadah yang mungkin belum tuntas di beberapa titik.

“Kami juga menyarankan kepada beberapa tokoh agama Nasrani untuk membuat ‘pagar mangkok’, artinya kegiatan yang akan dilaksanakan bisa bersosialisasi dengan masyarakat [setempat],” jelasnya.

Selain itu, FKDM juga memberikan saran terkait kegiatan keagamaan, baik umat Kristiani maupun umat Islam, khususnya menjelang Ramadan, seperti pengaturan pengeras suara agar tidak mengganggu masyarakat yang sedang beristirahat, memastikan ibadah dapat berjalan lancar tanpa menimbulkan gesekan di lingkungan sekitar. (Prie)

Bagikan ke:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *