Anggota Komisi E DPRD Jateng Gelar Dialog Parlemen di Desa Toko Penawangan Kab. Groboga

NEWS

Grobogan-Inspirasiline.com. Anggota Komisi E DPRD Jateng Fraksi PDIP, Yohanes Winarto SH MH menggelar Dialog Parlemen di balai desa Toko Kec. Penawangan Kab. Grobogan, Selasa (24/5/22)
Dialog Parlemen yang bertajuk pelestarian budaya Jawa khususnya seni Tayub itu dihadiri oleh Kadisporabudpar Grobogan Drs Ngadino MM, Kustomo SPd MPd Korwildikcam Penawangan sekaligus sebagai Pegiat Seni Grobogan, Forkompincam , beberapa Kades se Kec Penwangan dan Karangrayung, Kades Toko Edy Riyanto SE. Dialog itu membedah dan mendiskusikan upaya melestarikan budaya Jawa khas Grobogan yakni seni tayub.

Yohanes Winarto, SH., MH

Kades Toko Edy Riyanto SE dalam sambutan pembukaannya mengatakan terima kasih Desa Toko dipilih menjadi lokasi dialog parlemen sebab dengan demikian Desanya mempunyai sambung rasa dengan sosok Yohanes Winarto Anggota DPRD Jateng, karens PAD Desa Toko sehatun hanya 50 juta setahun, ia berharap kpd Yohanes yg putra desa Toko, agar desa Toko bisa diperhatikan.” Untuk memajukan desa harus ada komunikasi dengan orang seperti pak Yohanes ini” katanya.

Dalam dialog tersebut tampil 3 orang sebagai Narasumber yakni Yohanes Winarto ( Anggota DPRD Jateng), Drs Ngadino (Kadisporabudpar Grobogan) dan Kustomo (Korwildikcam Penawangan) dengan moderator Hepi Anita (penyiar radio Jatayu Semarang), serta disiarkan Radio Tompson FM Purwodadi dan Kompas Tv.

Terkait seni Tayub, Yohanes Winarto mengatakan untuk melestarikan seni tersebut, dia berharap bisa dimasukkkan kedalam mata pelajaran di sekolah dari SD hingga SMA. Disamping itu, selalu diadskan iven iven gelar seni budaya tayub, serta sosialisasi kepada desa desa.”Saya yakin dengsn cara begitu, seni tayub di Grobogan akan tetap eksis dan lestari” bebernya. Awalnya kata Yohanes, tayub pada jaman dulu digelar untuk menyambut tamu dan masa jaya tayub di Grobogan sekitar tahun 80 an saat saya masih di SMP, tambahnya.

Sementara itu Kadisporabudpar Grobogan menjelaskan upaya dalam rangka pelestarian budaya Jawa tetap dia jalankan, tidak hanya seni tayub saja, tetapi jenis seni yang hampir punahun tetap digali dan dikembangkan sebab hal ini menjadi tupoksinya, seperti seni angguk, kentrung yang saat ini masyarakat khususnya kaum milenial sudah tidak kenal itupun tetap digali terus untuk dilestarikan, meski diakui kalau jenis seni tersebut jarang muncul. “Kami selaku pembina di bidang seni dan budaya di Kabuaten Grobogan, tetap kami laksanakan upaya upaya kearah pelestariannya, untuk.itu support dari DPRD Jateng kami perlukan” ucapnya.

Sedangkan Kustomo menyoroti padan kata Tayub, berasal dari kata Tari dan Uyub (jw : minuman) dan dari kata Tari dan Guyub ( jw : bersatu), jadi dengan seni tayub itu diharapkan terjadi kerjasama yang baik sehingga tampak adanya persatuan dan kerukunan. Seni, kata Kustomo, dari kata Se (Seneng untuk diri sediri ) dan Indah untuk orang lain. Kustomo juga mendukung sekali adanya upaya upaya untuk melestarikan seni tayub agar seni yang sudah melegenda di Grobogan ini tidak punah.

Usai dialog parlemen ini, digelar pertunjukkan seni tayub di balai desa Toko Penawangan dan mendapat sambutan meriah dari warga. (jokowi)

Bagikan ke:

1 thought on “Anggota Komisi E DPRD Jateng Gelar Dialog Parlemen di Desa Toko Penawangan Kab. Groboga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *