Sragen-Inspirasiline.com.
Hadir dalam kesempatan tersebut Bupati Sragen Kusdianar Untung Yuni Sukowati, Wakil Bupati (Wabup) Sragen H. Suroto, Sekretaris Daerah ( Sekda) Sragen, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sragen, Ketua PD IBI Provinsi Jawa Tengah, Ketua IBI Sragen, Perwakilan DPRD Kabupaten Sragen, Kepala OPD Kabupaten Sragen, Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Sragen, Ketua Organisasi Profesi serta seluruh panitia IBI Kabupaten Sragen.
Ketua Panitia Penyelenggara Agustin Sri Sumiwi SST.,M.Kes mengatakan, dalam rangka HUT IBI Cabang Sragen ke-71 telah melakukan kegiatan diantaranya Pelayanan Imunisasi yang dilaksanakan Senin (11/4) di seluruh Kabupaten Sragen, Pelayanan KB serentak di Kabupaten Sragen Selasa (24/5) di Puskesmas Karangmalang Sragen, Tabur Bunga di Makam anggota IBI yang sudah meninggal, Anjangsana Sesepuh IBI Cabang Sragen, Bakti Sosial di Desa Ngargotirto Sumberlawang, Pelayanan KIA-KB secara serentak diseluruh Praktek Mandiri Bidan Kabupaten Sragen, Senam Germas di Alun-alun Sragen, dan Peneyerahan Bantuan Rumah Tidak Layak Huni di Desa Ngepringan Kecamatan Jenar.
Pada puncak acara Peringatan HUT IBI Cabang Sragen ke-71 diselenggarakan Seminar Kesehatan dengan tema Hukum Kesehatan Dalam Praktek Kebidanan menghadirkan narasumber dr. Deva Nyoman Sutanaya SH.,MH.,MARS yang dilaksanakan pada akhir acara dan Pengukuhan Bidan Delima sebanyak 45 orang Bidan oleh Ketua PD IBI Provinsi Jawa Tengah serta pemberian bantuan tali asih kepada 10 anak SD (KK miskin) bantuan dari GNOTA SRagen.
Menurut Ketua IBI Cabang Sragen E. Tyas Damai S. Tr. keb. SKM menyatakan Bidan Delima yang telah dikukuhkan tersebut telah bersinergi dengan pemerintah salah satunya berkiprah dalam percepatan penurunan Angka Kematian Ibu/Angka Kematian Bayi (AKI/AKB) serta stunting di Kabupaten Sragen.
Ketua PD IBI Jawa Tengan Sumarsih SST.,MH menambahkan, jumlah bidan di Jawa Tengah beranggotakan 34.200 bidan. Ini merupakan organisasi dengan jumlah anggota terbanyak setelah perangkat. Bidan menjadi organisasi profesi bidan di Indonesia. Wadah para bidan dalam mencapai tujuan melalui peningkatan profesionalisme anggota guna menjalin masyarakat mendapat pelayanan berkualitas.
“Kami Pengurus Daerah IBI Jawa Tengah mengucapkan selamat dan apresiasi untuk pengurus IBI cabang Sragen melalui unit pelaksana bidan delima yang telah berhasil mencetak 45 Bidan Delima Baru. Semoga akan segera disusul Bidan Delima yang baru lagi dari Kabupaten Sragen.”Ungkap Sumarsih.
Bupati Sragen Kusdinar Untung Yuni Sukowati berharap di HUT IBI ke-71 ini, agar IBI cabang Sragen tetap menjadi garda depan untuk penurunan Angka Kematian Ibu dan Bayi serta penurunan angka stunting. Selanjutnya IBI tetap berkiprah menjadi mitra bagi pemerintah yang solid untuk menyelesaikan masalah kesehatan yang dihadapi bersama.
“Hari ini kita berkumpul setelah beberapa lama tidak berkegiatan, ada sekitar seribuan Bidan yang hadir. Presiden Jokowi berpesan covid-19 yang saat ini dengan varian baru masih ada disekitar kita. Sehingga ada kemungkinan kenaikan dan perlu diwaspadai di tengah kegiatan masyarakat yang sudah diizinkan supaya menjaga protokol kesehatan (Prokes) Minimal jika berkumpul dengan banyak orang, tetap menggunakan masker.”Ungkap Bupati Kusdinar Untung Yuni Sukowati menyarankan
Bidan merupakan contoh bagi masyarakat. Semua Bidan baik yang disimpan di Puskesmas maupun pelayanan Kesehatan selalu menjadi tempat bertanya bagi warga sekitar baik masalah kesehatan maupun politik. Sehingga Bidan menjadi tokoh masyarakat di wilayahnya. Untuk itu berikan contoh yang baik kepada masyarakat bagaimana menerapkan protokol Kesehatan agar covid-19 tetap terkendali.
Bupati Kusdinar UntungYuni Sukowati menjelaskan, saat ini di Kabupaten Sragen sampai bulan Juni 2022 Angka Kematian Ibu sudah mencapai 4 orang. Angka Kematian Bayi sudah mencapai angka 60. Penyebab Kematian Ibu paling banyak dan telah terindentifikasi karena eklamsia, pendarahan, TB dan juga penyakit jantung.
“Saya minta dan menjadi perhatian kepada semua Bidan karena AKI dan AKB akan selalu menjadi indikator kesehatan disetiap kabupaten. Kalau kita tidak dapat menekannya, terdapat indikasi bahwa Kesehatan di kabupaten tersebut tidak berjalan dengan baik. Mari kita sama-sama bergandengan tangan agar dapat menurunkan AKI dan AKB juga stunting yang ada di Kabupaten Sragen.”Ungkapnya.
Hal yang dapat kita lakukan dalam penurunan AKI/AKB pertama adalah optimalisasi sistem rujukan faskes yaitu puskesmas, Bidan praktek mandiri/klinik yang harus sesuai kompetensi dari Rumah Sakit (RS) yang menjalankan. Hal tersebut dilakukan untuk mencegah kematian Ibu dari kegawat daruratan karena waktunya yang mendesak.
Kedua berikan pelayanan dengan sepenuh hati. Bidan harus banyak belajar dengan mengikuti seminar-seminar untuk memperdalam kualitas sumber daya manusianya. Terus mengasah keterampilan diri, menambah wawasan, wacana terkini tentang Kesehatan yang sangat cepat perubahannya.
“Pesan saya kepada Dinas Kesehatan setiap ada kematian ibu harus dilakukan audit yang terstruktur dan harus selesai dengan hasil dan kesimpulan, Apakah ada prosedur yang tidak kita lakukan dengan benar. Dengan ini angka kematian ibu dan bayi bisa menurun. Selanjutnya penurunan angka stunting dengan target ditahun 2024 nanti berada diangka 14%. Hal itu tidak ada sesuatu yang mudah kecuali kita semua bergotong untuk mewujudkannya.”Ungkapnya
Yuni sapaan akrab Bupati Sragen itu mengingatkan, saat ini Kabupaten Sragen memiliki 218 Bidan Desa . Ada satu Desa yang belum memiliki Bidan Desa yaitu Desa kalangan kecamatan Gemolong karena Bidan tersebut meninggal dunia. Dinas Kesehatan diminta untuk segera melakukan pengisian pada Bidan Desa yang mengalami kesulitan di wilayah tersebut.
“Saya ingatkan kepada semua Bidan Desa harus mblabak di Desa masing-masing (wajib tinggal di Desanya). Agar mudah dihubungi dan mudah memberikan pelayanan dan itu merupakan janji kita untuk melayani masyarakat dengan sepenuh hati. Saya akan meminta Data Desa mana saja yang tidak mblabak dan dimintai keterangan serta akan saya panggil satu persatu Karena hal tersebut merupakan bagian dari komitmen kita untuk menurunkan Angka Kematian Ibu dan Bayi.” Ungkap Bupati Yuni. ( Sugimin/17-Release Diskominfo Sragen)
