Sragen-Inspirasiline.com. Guna mendorong kreativitas dan inovasi Organisasi Pemerintah Daerah ,(OPD)lembaga instansi terkait termasuk Kecamatan, Desa, Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) dan mayarakat dalam rangka meningkatkan efektivitas, efisiensi, dan kualitas pelayanan lebih cepat, mudah, pintar, dan lebih baik Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sragen menyelenggarakan Bimtek Pengisian Indikator Inovasi Daerah di Ruang Sukowati Sekretariat Daerah (Setda) Sragen Kamis (28/7/2022).
Bimtek diselelenggarakan dalam rangka penghargaan Innovative Government Award (IGA) dari Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) tersebut menghadirkan narasumber dari Badan Strategi Kebijakan Dalam Negeri Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia Drs Awan Yanuarko Msi dan Arsyad Sektyo, Sip.,M.PA.
Hadir dalam kesempatan itu Bupati Sragen Kusdinar Untung Yuni Sukowati, Sekretaris Daerah (Sekda) Sragen Tatag Prabawanto dan Kepala Bappeda Litbang Kabupaten Sragen, seluruh Kepala OPD Kabupaten Sragen, BUMD, Kepala Puskesmas, para Camat dan Kepala Kelurahan.
Kepala Bappeda Litbang Kabupaten Sragen Aris Trihartanto SSTP dalam laporannya mengatakan, tindak lanjut melanjutkan Inovasi Daerah yang akan dilakukan Kabupaten Sragen telah dilakukan Tim Penanggungjawab inovasi OPD/Instansi atau lembaga berdasarkan SK Bupati no. 800/426/003/2021 tentang pembentukan tim penanggungjawab inovasi daerah Kabupaten Sragen.
Telah disusun pula regulasi berdasarkan Perbup no. 87 tahun 2021 tentang Inovasi Daerah serta penemuan pengintegrasian inovasi dengan pembuatan sistem aplikasi yang ada di Bappeda Litbang yaitu si RISMA (Sistem Informasi Riset Inovasi Pemerintah dan Masyarakat Kabupaten Sragen) yang bertujuan menampung semua inovasi yang ada di Kabupaten Sragen. Yang nantinya akan dipilih untuk pengembangan inovasi yang paling maksimal untuk dapat susulkan dan masukkan ke dalam Inovative Government Award 2022 (IGA 2022) dari Kemendagri. Inovasi yang sudah masuk melalui RISMA sampai saat ini sebanyak 141 inovasi.
Aris Tri Hartanto menambahkan atasan instansi SKPD/OPD, lembaga, Kepala Puskesmas perlu mendukung capaian pengembangan inovasi yang sudah terinput di RISMA antara lain dalam regulasi, dukungan penganggaran, SOP/juknis dan adanya video tutorial terkait dengan inovasi atau aplikasi yang ada di OPD maupun lembaga /instansi.
Pada kesempatan tersebut Bupati Sragen Kusdinar Untung Yuni Sukowati memberikan hadiah kepada para pemenang Lomba Krenova (Kreativitas dan Inovasi Masyarakat) tahun 2022 yang dilaksanakan awal bulan Juli lalu.
“Adapun juara yang saya raih dari SMP Negeri 2 Kalijambe dengan judul temuan Pak PURBA ( Pasta Kapur Batik) untuk kategori pelajar SMP/SMA/sederajat. Sedangkan kategori Mahasiswa/Masyarakat Umum Juara 1 Anik Purwanti menemukan temuan Pembuatan jamur krispi dengan tehnik hemat minyak ” Ungkapnya.
Bupati Sragen Kusdinar Untung Yuni Sukowati dalam sambutannya menyatakan rasa syukurnya kepada Kabupaten Sragen karena tidak pernah berhenti memotret. Inovasi sangat penting dalam melayani pelayanan publik. Tujuan kita berada di dalam pemerintahan adalah untuk melayani masyarakat.
“Karena saya yakin di Sragen ini orang tidak pernah berhenti memotret. Saya pernah menyampaikan bahwa satu OPD satu inovasi. Wajib hukumnya. Bagaimana hal ini menjadi daya dorong yang luar biasa kita harus rajin menyiapkan dokumen pendukungnya. Karena saat semua inovasi tidak disertai dengan dokumen inovasi, sehingga pengembangan inovasi kita rendah.”ungkap Yuni sapaan akrab Bupati Sragen.
Pada tahun 2018 Sragen mendapat peringkat 12 dalam penghargaan IGA. Namun setalahnya pada tahun 2019 turun diperingkat 45. Dan semakin turun ditahun berikutnya pada 2020. Hasil seluruh OPD tidak fokus dalam pertandingan. sebaiknya tidak berdokumen dengan benar.
“Untuk itu saya selalu tekankan untuk semangat. Sehingga pada tahun 2021 kita naik kembali pada peringkat 33. Pertanyaanya adalah kita mau peringkat berapa di tahun 2022 ini?. Kita targetkan bersama ditahun 2022 ini bisa masuk 10 besar.” Harapnya.
Untuk mendukung harapan itu semua Bappeda Litbang bekerja sama dengan Badan Strategi Kebijakan Dalam Negeri Republik Indonesia menyelenggarakan Bimtek dengan narasumber yang berkompeten dapat membuka cakrawala peserta.
“Saya minta nanti semua untuk belajar. Apa saja kekurangan kita dan melengkapi dokumen inovasi. Kepada semuanya harus bisa menjadi inisiator. Kita harus mulai memperbaiki diri. Tanpa ada tantangan kita pasti akan menjadi pegawai yang tidak akan bergerak.”Ungkapnya. ( Sugimin 17-Release Diskominfo Sragen)
