Sukoharjo-Inspirasiline.com. Anak Berkebutuhan khusus (ABK) dari 12 sanggar Inklusi sekabupaten Sukoharjo ikuti jambore ABK yang diselenggarakan oleh Dinas Kesehatan Kabupate (DKK) yang berlangsung di Pendopo Graha Satya Praja (GSP) senin (20/3/2023) kegiatan berjalan lancar dan sangat meriah.
Kepala DKK Sukoharjo Tri Tuti Rahayu dalam kata sambutannya menyampaikan sangat bangga dengan ABK yang mana ternyata mereka mempunyai kelebihan yang luar biasa, mereka juga bisa mandiri layaknya anak lainnya. Mereka bisa menampilkan kreasinya yang sangat luar biasa. Tuti juga menyampaikan dalam rangka meningkatkan pelayanan sanggar Inklusi Pemkab Sukoharjo memiliki Inovasi Sukoharjo “ Ngopeni Akhu” “Monggo Peduli Anak Berkebutuhan Khusus (ABK)” yang mana inovasi ini mendapatkan apresiasi menjadi salah satu Top 40 (Forty) inovasi pelayanan publik di propinsi Jawa Tengah.

“ABK ini ternyata mempunyai kelebihan yang luar biasadisamping adanya kekurangan, monggo peduli kepada ABK,” ujarnya.
Dimana inovasi ini terdapat 10 pelayanan kesehatan inklusif yaitu: pelayanan fisioterapi, okupasi terapi, pendampingan dan konsultasi dengan spesialis anak dan psikolog, pendampingan tim(dokter, perawat, fisioterapi dan ahli gizi ) dari Puskesmas setiap 2 minggu, pemberian makanan tambahan/vitamin, identifikasi ABK yang membutuhkan kursi roda adakdif di sanggar inklusi, pemberdayaan kader kesehatan setelah melalui pelatihan terapis sanggar, koordinasi lintas sektoral dan lintas program untuk advokasi sanggar inklusi secara kontinue, dan memfasilitasi jaminan kesehatan.

Sementara itu bupati Sukoharjo Etik Suryani dalam kata sambutannya menyampaikan bahwa merupakan kabar gembira bagi pasangan suami istri jika mempunyai seorang anak, namun jika anak tersebut ternyata ABK akan merasa lebih berat dibanding anak mormal lainnya sehingga membutuhkan pengasuhan, perhatian dan dan pendidikan khusus, dan kami harap bagi orang tua yang mempuyai anak ABK jangan berkecil hati, namun syukuri sebagai anugerah Tuhan.
“ Orang tua jangan berkecil hati jika mempunyai ABK, itu merupakan anugerah Tuhan syukuri dan sayangi mereka, demi masa depan mereka,” katanya.
Lanjut bupati mulai tahun 2012 melalui sanggar inklusi ABK mendapatkan edukasi dan terapi untuk mengembangkan kemandiriannya serta mendapatkan pelayanan kesehatan secara rutin berupa fisio terapi wicara, okupasi terapi, dan juga pemberian makanan tambahan. Sehingga ABK kedepan bisa bersosialisasi dan mandiri, tumbuh dan berkembang dan tidak menjadikan halangan bagi mereka untuk menjadi anak yang berprestasi. (Prie)
