Di Duga Dianiaya Penyandang Disabilitas Bebas Biaya Perawatan

NEWS

Sukoharjo-Inspirasiline.com. Bupati Sukoharjo Etik Suryani langsung gerak cepat perintahkan para Organisasi Perangkat Daerah (OPD) untuk melakukan penanganan terhadap seorang gadis disabilitas yang diduga menjadi kurban kekerasan

Etik Suryani yang didampingi Kepala Dinas Sosial Suparmin, Kepala Dinas Kesehatan Tri Tuti Rahayu dan sejumlah Kepala OPD bersama Camat Sukoharjo langsung datangi RSUD Ir. Soekarno Sukoharjo, Minggu (19/3) pagi. Bupati dan jajarannya langsung menuju bangsal perawatan membesuk Fitri, 21 warga Kelurahan Kriwen, Kecamatan Sukoharjo.

Kadisdinsos dampingi bupati jengukFitri

“Saya belum mau bilang ya, apakah ini penganiayaan atau bukan. Biar di selidiki dulu oleh pihak Kepolisian yang lebam-lebam itu. Tapi ya masak terjatuh sampai 2 kelopak matanya lebam begitu,” ujar bupati.

Lanjut bupati Etik,  Fitri merupakan penyandang disabilitas, yatim piatu tidak punya siapa-siapa lagi. Selama ini hanya dirawat oleh seorang warga Solo yang mengontrak di rumah Fitri.

” Dengan melihat kondisi Fitri yang kedua matanya lebam dan punggungnya ada bekas sayatan itu, Etik langsung perintahkan jajaran OPD untuk melakukan tindakan. Seperti, menggratiskan seluruh biaya perawatan di RSUD Ir. Soekarno.

“Kita nanti semua gratiskan, Dinsos sudah ada KIS dan Sembako,” kata Etik.

Sementara itu Camat Sukoharjo Havid Danang mengatakan bahwa Fitri merupakan anak yatim piatu, kedua orang tuanya sudah meninggal dunia. Sedangkan saudara-saudaranya tidak ada yang merawat.

” Dia hidup hanya sebatang kara  keluarga tidak ada yang mau merawat. Akhirnya ada kesepatakan di RT, dirawat warga dengan sistem piket. Tapi lama-lama juga jenuh. Akhirnya, diserahkan ke Pemerintah,” kata Havid.

Dinas Sosial lalu melakukan intervensi dengan membawa Fitri ke Panti. Karena di Panti juga terbatas, ada waktunya, maka dikembalikan ke rumah. Namun, ada orang dari Solo yang tidak punya rumah bersedia merawat Fitri. Kesepakatan dengan warga, akan diberi sebagian kepemilikan dari rumah Fitri

“Warga menduga ada itikad yang kurang baik dari yang merawat Fitri. Akhirnya hasil koordinasi dengan Kelurahan dan Dinas Sosial, Fitri akan di bawa ke Panti lagi. Namun kok ada kejadian ini, padahal panti yang di Semarang sudah siap, tinggal mengantar Fitri saja,” kata Havid.

Kapolres Sukoharjo AKBP Wahyu Nugroho Setyawan mengatakan bahwa dugaan sementara terjadi penganiayaan, namun karena korban menderita epilepsi sehingga perlu lakukan penyelidikan dan pendalaman lebih jauh, dengan mengumpulkan keterangan dari para saksi terkait. (Prie)

Bagikan ke:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *