Rembang-Inspirasiline.com. Menyusul macetnya produksi gas di Blok Randuguting, Desa Kirikilan, Kecamatan Sumber, Rembang, pihak perusahaan BUMD PT Rembang Migas Energi (RME) terpaksa merumahkan separo karyawannya.
Komisaris BUMD PT Rembang Migas Energi (RME), Mardi membenarkan hal itu. Menurutnya, saat ini kondisi gas di Desa Krikilan itu belum ada kepastian. Sehingga semua aktivitas produksinya terpaksa dihentikan.
”Sebenarnya sejak Juni 2022, sudah diperbaiki, namun muncul kendala lagi. Saat ini masih dalam kajian,” ungkap Mardi, Jumat (19/5).
Lantaran belum ada kepastian, untuk sementara beberapa karyawan BUMD Migas Rembang terpaksa dirumahkan.
“Saat ini tinggal dua karyawan yang disisakan. Mereka menangani administrasi dan lain-lain,” ujarnya.
Meski demikian, Mardi memastikan perusahaan tidak ditutup atau dibubarkan. “Cuma stagnan. Karena produksi gas ada kendala. Kebijakan ini dikeluarkan untuk mengurangi beban atau efisiensi. Total sebelumnya ada 7 karyawan,” terangnya.
Sementara soal komunikasi Pertamina dengan PT Sumber Energi (SE) selaku buyer serta anak perusahaan Bahtera Andalan Gas (BAG) hingga kini masih terus terjalin. Kebijakan yang ditempuh biar perusahaan tetap jalan. Sambil menunggu kepastian Pertamina Hulu Energi (PHE) Randugunting ke depan.
“!off total. Plan Jatihadi off. Tidak ada gas mengalir. Tapi masih disisakan juga petugas tertentu yang ditugaskan di plan (PT BAG). Maupun sumur gas (Pertamina melalui PHE Randugunting). Karena dua hal berbeda dalam segi pengelolaan,” bebernya.
Ia menambahkan, pertamina punya schedule. Terkait kondisi sekarang pertamina akan tetap komitmen memperbaiki yang sudah ada. Supaya bisa beroperasi atau produksi kembali. “Ke depan yang punya program atau pengembangan usaha Pertamina,” tandasnya. (yon daryono)
