Pustakawan Gelar Talkshow Peningkatan Kapasitas

NEWS

Sukoharjo-Inspirasiline.com. Sejumlah 43 orang pustakawan Sukoharjo resmi dikukuhkan oleh pengurus daerah propinsi Jateng, kegiatan tersebut berlangsung di gedung terpadu Menara Wijaya lt 10 pada Rabu (14/6/2023).

Kegiatn ini sebagai tindak lanjut dari Musda Ikatan Pustakawan Indonesia (IPI) pada Desember 2022 yang lalu yang dilanjut dengan Pengukuhan  Pengurus Ikatan Pustakwan kabupaten Sukoharjo. Kemudian pengurus langsung tancap gas menggelar rapat kerja untuk penyusunan program kerja kedepan.

Tunardi ketua ikatan pustakawan Sukoharjo

Tunardi sebagai ketua terpilih Pustakawan kabupaten Sukoharjo ditemui wartawan disela-sela acara talkshow di Gedung terpadu Menara Wijaya   mengatakan bahwa usai pengukuhan ini kami gelar workshop pustakawan untuk membekali pustakawan  mengikuti sertifikasi, pasalnya sertifikasi saat ini merupakan salah satu syarat dalam pengangkatan formasi P3K dan sertifikasi ini mempunyai poin 15 oleh karenanya pustakawan ini diimbau agar mengikuti workshop sertipikasi ini, terang Tunardi.

Ikatan pustakawan Sukoharjo anggotanya para pustakawan di sekolah-sekolah (SD, SMP, SMA) dan Perguruan Tinggi dikabupaten Sukoharjo, adapun jumlah pustakawan yang sudah tergabung dalam ikatan pustakawan Sukoharjo ada 184 orang dari berbagai jenis perpustakaan. 43 orang yang dikukuhkan ini dengan struktur Tunardi sebagai ketua kemudian struktur lainnya Maria Husnun Nisa sebagai wakil ketua, Tri Waluyo dan Ari Tri Paryanti sebagai sekretaris, Grantino One Pradhika dan Ana Muflihah sebagai bendahara.

Foto Bersama pustakawan Sukoharjo.

Lebih lanjut Tunardi menyampaikan setelah pengukuhan pengurus pustakawan Sukoharjo ini kami terus gerak cepat langsung kerja dengan mengadakan sertifikasi secara mandiri bekerjasama dengan IPI propinsi dan badan sertifikasi nasional dengan perpusnas untuk memangkas biaya , kemudian diperkuat dengan membuat social media agar IPI kedepan lebih dikenal masyarakat.  Kemudian kami adakan gerakan-gerakan pengabdian masyarakat seperti bedah perpustakaan di sekolah-sekolah yang ikut sertifikasi.

Ditanya soal jumlah pustakawan yang ada dikabupaten Sukoharjo yang hanya 184 orang ini ya jelas masih sangat kurang, dan lagi para pustakawan yang ada disekolah-sekolah itu belum pada ikut sertifikasi sehingga nasibnya kurang jelas hal ini juga merupakan tantangan bagi mereka, kedepan akan kami perjuangkan kepada pemerintah daerah untuk bisa diangkat menjadi P3K bagi pustakawan yang sudah mempunyai sertifikasi, itu merupakan salah satu solusi yang sudah mengabdi bertahun-tahun, bahkan ada yang sudah belasan tahun di berbagai perpustakaan dikabupaten Sukoharjo. (Prie)

Bagikan ke:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *