Rembang-Inspirasiline.Com. Petugas gabungan Polres, Satpol PP dan Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana (Dinsos PPKB) menggelar razia bersama menyasar Pengemis Gelandangan dan Orang Terlantar (PGOT).
Razia yang digelar Kamis (15/6) tersebut, petugas gabungan menyasar sejumlah tempat di Kecamatan Rembang dan Lasem yang biasanya dijadikan lokasi keberadaan PGOT.
Hasilnya, ada 17 PGOT yang berhasil dijaring dalam razia itu. Perinciannya, laki-laki sebanyak 14 orang dan perempuan 3 orang.
Salah satu yang bikin miris hati adalah, dari 17 PGOT tersebut juga ada 2 anak yang masih berstatus bawah lima tahun (Balita).
Keduanya, berdasarkan data yang disampaikan Satpol PP berusia 1 dan 5 tahun.
Balita berusia 1 tahun diajak mengamen ibunya yang tercatat masih berusia belia, 17 tahun. Satunya lagi diajak ibunya untuk mengemis.
Kepala Satpol PP Kabupaten Rembang, Sulistyono mengungkapkan, salah satu lokasi yang menjadi favorit mangkal PGOT adalah kawasan perempatan jalan.
“Kami mendapatkan PGOT sebanyak 17 orang. Laki-laki 14 orang dan perempuan 3 orang.
“Dari semua PGOT tersebut ada anak Balita 2 orang. Hasil dari operasi dan penertiban PGOT dibina oleh Dinsos PPKB. Kegiatan berjalan dengan aman, lancar dan kondusif,” jelas Sulistyono.
Kepala Dinsos PPKB Rembang, Prapto Raharjo menyatakan, dari 17 PGOT yang diamankan, tiga di antaranya adalah eks-psikotik alias pernah mengalami gangguan kejiwaan.
Saat ini sebagian PGOT masih berada di Rumah Singgah Dinsos PPKB.
“Ada yang sebagian di rumah singgah dan besuk kami periksakan di RSUD untuk mendapatkan perawatan dan dirujuk sesuai kondisinya,” papar Prapto sambil menambahkan, yang terjaring tadi, ada pengemis, pengamen dan gelandangan. (yon daryono)
