Ketrampilan SDM Meningkat, Ekonomi Terangkat ? BLK Grobogan Jawabannya

NEWS

Grobogan-Inspirasiine.com. Tenaga kerja merupakan aspek manusia yang bekerja yang menghasilkan produk baik barang ataupun jasa. Baik tenaga kerja yang bekerja di sektor pemerintah maupun di sektor swasta. Sudah barang tentu memerlukan pengetahuan dan ketrampilan untuk menunjang produktifitasnya.

Bicara tentang produktivitas pada tenaga kerja, maka ada dua hal yang sangat berpengaruh yakni faktor capacity dan environment (lingkungan).

Pelatihan otomotif

Capasitas seorang tenaga kerja bergantung kepada sejauh mana tingkat pengetahuan dan ketrampilannya baik melalui belajar sendiri ataupun melalui pendidikan dan pelatihan atau kursus.

Balai Latihan Kerja (BLK) saat ini menjadi sebuah alternatif bagi tenaga kerja untuk memiliki tingkat pengetahuan dan ketrampilan di bidangnya dalam rangka menunjang peningkatan produktifitas tenaga kerja tersebut.

Pelatihan Roti dan Kue

Sebagaimana yang ada di BLK Purwodadi Grobogan Jawa Tengah, beralamat di Jl. Gajahmada (depan terminal bus ) Purwodadi Grobogan yang merupakan Unit Pelaksana Teknis Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Grobogan.

Lembaga ini setiap tahunnya melatih dan mencetak tenaga-tenaga kerja di bidangnya. Kepala BLK Kabupaten Grobogan, Widodo, SSos., MA kepada media Inspirasiline.com mengatakan setiap tahun lembaga yang dipimpinnya selalu melakukan pelatihan ketrampilan yang diperlukan untuk menunjang perekonomian masyarakat. “Dengan dana yang berasal dari APBN maupun APBD kami melatih warga masyarakat agar mereka memiliki ketrampilan khusus guna menunjang perekonomian mereka” ujarnya saat ditemui di.kantornya, Selasa (3/10/23).

Pelayihan Tata Rias Rambut dan Wajah

Ditambahlan, untuk dana yang berasal dari APBD dikhususkan untuk mendanai pelatihan bagi warga Kabupaten Grobogan dan untuk Dana APBN digunakan untuk mendanai pelatihan yang bersifat lintas Kabupaten dan Provinsi, dengan kata lain peserta nya bisa se Indonesia.

Adapun pelatihan yang diselenggarakan BLK Grobogan ini antara lain ketrampilan perbaikan otomotif, komputer, menjahit, design grafis, tata rias rambut dan wajah, tata boga dan sebagainya. Selain peserta didik yang normal secara fisik, BLK Grobogan juga melatih ketrampilan bagi warga difabel (cacat fisik).

Ketika Inspirasiline.com bertandang, BLK Grobogan tengah melatih cara membuat roti (sweet bread) kepada 16 orang warga Kabupaten Grobogan yang memiliki cacat fisik. Dengan sabar instruktur tata boga Harumita membimbing dan mengajarinya. Sebanyak 16 peserta latih mengikuti kursus pelatihan.

Harumita mengatakan usai kursus, para peserta latih memperoleh sertifikat ketrampilan. Sahroni (45) peserta latih dari Kecamatan Grobogan yang sehari harinya bekerja sebagai karyawan di rumah potong ayam mengaku senang bisa ikut kursus di BLK Grobogan sebab dengan ketrampilannya itu nanti akan ditindaklanjuti menjadi penjual roti di pasar. ” Setelah kursus ini, insyaallah saya akan berjualan roti seperti ini mas demi menopant ekonomi keluarga” ungkapnya didampingi Indi Lestari rekannya.

Kata Harumita, dalam kursus ini para peserta latih tak hanya diajari cara membuat roti saja tetapi juga diajari cara menghitung harga jual, HPP, laba bersih dan teori bahan.

Sementara itu terkait peserta latih yang bisa masuk di BLK Grobogan, Anggara Chandra salah satu instruktur mengatakan untuk menjadi peserta latih ini, calon peserta diseleksi lebih dulu. Seleksi tersebut dilakukan karena adanya keterbatasan dana yang tersedia.

Keterbatasan pasti selalu ada. Meski demikian, keberadaan BLK Grobogan sangatlah penting bagi warga Grobogan dalam rangka meningkatkan ketrampilan masyarakat yang pada ujugnya memicu peningkatan perekonomian masyarakat. (jkwi)

Bagikan ke:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *