Sukoharjo-Inspirasiline.com. Program yang dicanangkan Kemendikbud yaitu merdeka belajar, setiap satuan Pendidikan diadakan asesmen nasional untuk menilai terhadap mutu setiap sekolah, dalam kegiatan asesmen ini adalah suatu upaya dalam mengidentiikasi pencapaian sebuah satuan Pendidikan yang nantinya dihasilkan dalam bentuk rapot Pendidikan, dari rapot Pendidikan ini akan memberikan pemetaan dan gambaran kepada dinas pendidikan mengenai keadaan dan kemampuan satuan Pendidikan.
Kegiatan tersebut berlangsung di aula dinas Pendidikan dan kebudayaan Sukoharjo pada Kamis (5/10/2023) yang diikuti oleh kepala SD sekabupaten dibuka oleh kepala bidang SD Budiarti mewakili Kadisdikbud Heru Indarjo yang berhalangan hadir, dalam kegiatan tersebut menghadirkan nara sumber dari dinas Pendidikan Kabupaten dan dari pengawas TK/SD.

Dalam kata sambutannya Budiarti mengatakan bahwa asesmen nasional terdiri dari AKM literasi numerasi, survei karakter, dan survei lingkungan belajar. Dari ketiga hal tersebut diharapkan dapat mendorong perbaikan mutu pembelajaran dan diselenggarakan per jenjang secara bertahap dan hasilnya dilaporkan sebagai input untuk evaluasi diri dan perencanaan disatuan Pendidikan.
Lebih lanjut Budi juga menyampaikan asesmen nasional ini menggantikan model evaluasi Pendidikan yang cenderung administrative, terfragmentasi, dan kurang mendorong perbaikan kualitas pembelajaran dan mengurangi beban administrasi guru dan kepala sekolah yang sebelumnya harus melengkapi borang, penilaian yang terpisah-pisah, tumpang tindih dan berulang.


Yang menjadi peserta asesmen nasional adalah perwakilan peserta didik kelas 5 jenjang SD sederajat, memiliki laporan penilaian hasil belajar mulai semester ganjil kelas 1 sampai semester genap kelas 4. Peserta didik yang dipilih maksimal 30 orang dan cadangan 5 orang, seluruh pendidik dan kepala satuan Pendidikan disetiap satuan Pendidikan yang terdaftar di Dapodik dan secara valid, mutakhir dengan status aktif menjabat bagi kepala sekolah dan aktif mengajar bagi pendidik.
Sementara itu Karsidi salah satu narasumber disela-sela kegiatan kepada wartawan menyampaikan bahwa AKM ini merupakan penilaian dari pusat untuk mengetahui tingkat kemampuan siswa secara nasional bidang literasi numerasi dan karakter, kegiatan ini secara nasional serempak dimulai (23-26/10/2023), yang mana penilaian berimbas pada rapot Pendidikan, jika nanti nilainya bidang literasi numerasi dan karakter bagus satuan Pendidikan tersebut akan mendapatkan reward berupa BOS kinerja sebesar Rp.22 500 000 untuk di Sukoharjo jenjang SD ada sebanyak 43 SD dari 460 SD sekabupaten sudah mendapatkan BOS kinerja.

Dengan diadakan sosialisasi AKM ini kami harapkan asesmen nasional di Sukoharjo lebih berhasil dan lebih meningkat dari tahun sebelumnya, untuk bisa memperoleh reward rapot Pendidikannya harus hijau semua atau skornya diatas 80. Untuk mengejar hal tersebut Karsidi menambahkan mereka harus rajin mempelajari soal-soal paltpom merdeka belajar dari Kemenristek kemudian disampaikan kepada guru-guru dan anak-anak itu sangat mendukung, selain penilaian tersebut juga ada survei lingkungan belajar, survei karakter siswa.
Kepada semua peserta asesmen nasional agar merencanakan AKM ini sebaik-baiknya dan bisa mendampingi guru maupun muridnya dalam pengisian survei lingkungan, mengerjakan AKM untuk murid, mengerjakan AKM untuk guru, dan harapan kami kedepan Sukoharjo lebih meningkat penguasaan literasi numerasi dan karakter, semakin sukses yang berimbas untuk bisa memperoleh bos kinerja. (Prie)
