Kadiskominfo Grobogan : Seorang Wartawan Harus Profesional, Menjunjung Tinggi Kode Etik Jurnalistik

NEWS

Grobogan-Inspirasiline.com. Seorang wartawan dalam melaksanakan tugasnya senantiasa harus mengedepankan profesionalisme nya. Terlebih harus menjunjung tinggi Kode Etik Jurnalistik.

Demikian diungkapkan oleh Kepala Dinas Kominfo Kabupaten Grobogan yang baru, Drs. Mundzakir Walad MT menanggapi keberadaan wartawan saat melakukan tugasnya. Ia mengatakan hal ini kepada media Inspirasiline.com di ruang kerjanya, Rabu (17/1/24).

Ia menyebut, bila wartawan selalu menjunjung tinggi kode etiknya maka produk jurnalistiknya akan berkualitas, sehingga informasi yang disajikan akan bermanfaat bagi masyarakat.

Walad, sapaan akrabnya, yang lahir di Grobogan 24 Agustus 1973 adalah sosok yang memang harus berada di lingkungan pemerintahan, karirnya terus menanjak.

Begitu lulus dari STPDN, dirinya menjadi PNS sebagai staf Seksi PMD Kecamatan Grobogan Kabupaten Grobogan hingga tahun 1997. Tak berhenti disitu, dirinya melanjutkan studi di IIP Jakarta lulus thun 2002 dan ditempatkan sebagai staf di Bag Kepegawaian Setda Grobogan. Kemudian dipercaya sebagai Sekretaris Kelurahan Danyang pada 2002 hingga 2004.

Dari sini, karirnya melejit yakni sebagai Kasub Bid PDE setda Grobogan, berlanjut studi S2 di UGM 2007-2009.
Usai selesai S2 nya, Walad menduduki jabatan sebagai Kabid Keswadayaan, kemudian Kabag Pemdes, Kabag Administrasi Pimpinan merangkap Plt Kabag Kesra pada Setda Grobogan, dan akhirnya pada tahun 2022 hingga sekarang sebagai Kabag Protokol Komunikasi Pimpinan.

Pada bulan Januari 2024, karena pengalamannya itu Bupati menunjuk dirinya sebagai Kadiskoninfo Grobogan yang baru dimana jabatan tersebut kosong karena ditinggalkan Wiku Handoyo, SH yang memasuki pensiun.

Saat pelantikan dirinya sebagai Kepala Diskominfo Grobogan Bupati meminta agar Kadiskoninfo yang baru mampu mempersatukan semua wartawan yang bertugas di wilayah Kabupaten Grobogan.

Menanggapi hal ini, Walad menyatakan siap agar wartawan yang ada menjadi satu keluarga yakni wartawan Grobogan “Memang wartawan itu secara organisatoris ada yang masuk PWI, AJI, IJTI, bahkan ada yang belum masuk ketiganya. Yang penting, bagi wartawan di Grobogan menjadi satu keluarga, yakni keluarga Wartawan Grobogan” pintanya.

Ia merujuk sekitar puluhan tahun yang lalu, di Grobogan ada yang namanya FKWG ( forum komunikasi wartawan Grobogan), dirinya setuju kalau seperti itu dihidupkan kembali.

Terkait prasarana wartawan, saat ini DisKominfo Grobogan telah menyediakan ruangan press roon yakni di Setda dan di kantor Diskominfo Grobogan.

Hal ini dimaksudkan supaya para wartawan bisa berinteraksi dalam melakukan kerja jurnalistiknya.”Ayo bersama Diskominfo Grobogan kita wujudkan Grobogan yang lebih baik, aman, tenteram dan kondusif” pungkas nya. (jkwi)

Bagikan ke:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *