Serap Dana Miliaran Rupiah, Lingkungan Jengglong Barat Purwodadi Bakal Jadi Kampung Bersih dan Sehat, Jauh Dari Kumuh

NEWS

Grobogan-Inspirasiline.com. Kampung Jengglong Barat RW VII khususnya RT 08 dan 09 Kelurahan Purwodadi Kec. Purwodadi Kabupaten Grobogan bakal menjadi kawasan yang lebih baik, bersih dan sehat dan tidak lagi terkesan kumuh.

Kawasan khusus ini menerima program lingkungan pemukiman  melalui bantuan proyek PPKT (Pengentasan Pemukiman Kumuh Terpadu) tahun 2025 dari Pemkab Grobogan.

“Hal itu dilakukan agar kawasan ini (Jengglong Barat) menjadi kawasan atau pemukiman yang bersih, sehat dan tidak kumuh. Itu tujuannya” ungkap  Kepala Kelurahan Purwodadi, Agus Purwanto SE kepada media Inspirasiline.com saat meninjau lokasi kegiatan di RT 09 RW VII Jengglong Barat, didampingi Ketua BKM Kel. Purwodadi Jasman dan Ketua RW VII Puryanto pada Senin (29/9/2025).

Agus Purwanto, SE Kepala Kel. Purwodadi

Agus menyebut, kegiatan ini menyasar 206 KK penerima manfaat dengan beberapa aspek kehidupan warga setempat mulai prasarana sarana umum seperti jalan kampung, drainase, sanitasi individu yang meliputi closed dan septik tank nya, biofil, instalasi air bersih, dan instalasi proteksi kebakaran, serta kegiatan perbaikan RTLH (rumah tidak layak huni). Sehingga dengan demikian, maka diharapkan lingkungan terpelihara, lingkungan menjadi layak huni, dan tidak kumuh atau minimal mengurangi kekumuhan, tegasnya.

Secara rinci dana Rp. 10,6 milyard yang berasal dari DAK itu di dipergunakan untuk pembuatan drainase sepanjang 1700 meter pada 10 ruas, sanitasi individu pada 108 rumah dengan closed dan biofil, pemasangan instalasi air bersih pada 108 KK, perbaikan dan peningkatan RTLH sebanyak 58 rumah dimana 10 rumah pembangunan baru, 11 rehab rekonstruksi dan 27 rumah dengan peningkatan kwalitas.

Masih ditambah lagi dengan dua titik pemasangan instalasi proteksi kebakaran. Agus menambahkan kemajuan pekerjaan proyek PPKT di Jengglong Barat yang dilaksanajan pada awak Juli lalu ini hingga kini sudah rampung 60% dan diperkirakan akhir Nopember 2025  proyek akan berakhir.

Jalan setapak yang tengah dibangun

Sedangkan Ketua Badan Keswadayaan Masyarakat (BKM) Kel. Purwodadi, Jasman menyebutkan proyek PPKT ini merupakan kegiatan lanjutan setelah sebelumnya kegiatan yang difasilitasi  PNPM selesai.

Sehingga BKM Kel. Purwodadi mencari terobosan ke pusat melalui Bappeda Grobogan, saat itu tahun 2023 belum berhasil. Namun di tahun 2024 usulan Proyek PPKT disetujui pusat dan turunlah proyek tersebut.

” Di tahun 2023 belum disetujui, tetapi di tahun 2024 dengan Bupatinya pak Setyo Hadi, proyek usulan BSM Purwodadi di setujui dan muncullah PPKT ini” jelas Jasman selaku Ketua BKM Kel. Purwodadi yang merangkap Ketua Forum Komunikasi Antar BSM se Kec. Purwodadi.

Adapun P2KT ini dilaksanakan oleh BKM (Badan Keswadayaan Masyarakat) Purwodadi yang mengkoordinir 3 KSM (Kelompok Swadaya Masyarakat) yakni KSM Manunggal Jati untuk program sanitasi, KSM Karya Manunggal untuk program RTLH (Rumah Tidak Layak Huni) dan KSM Manunggal Sosro untuk program TPS3R.

“Namun untuk pekerjaan jalan dan drainase dilokasi yang sama dikerjakan oleh rekanan,” ujarnya.

Terpisah, Ketua RW VII Jengglong Barat, Puryanto mengaku senang dan gembira kampungnya kedepan menjadi lebih baik dan sehat.

“Terima kasih kepada Pemkab Grobogan, juga kepada Bapak Bupati Setyo Hadi, hal ini termasuk program beliau Mbangun Desa Noto Kutho” ujarnya mewakili warga setempat. (jk)

Bagikan ke:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *