Diijinkan Kemendikdasmen, Pembangunan SD Kampus Grobogan Diperpanjang 14 Hari

NEWS

Grobogan-Inspirasiline.com. Pembangunan rehabilitasi gedung SDN1, SDN2, SDN4 dan SDN7 Kuripan Kec. Purwodadi Kab. Grobogan yang terkenal dengan sebutan SD Kampus, karena berada dalam satu komplek, yang dibeayai dari dana Revitalisasi Satuan Pendidikan Kemendikdasmen, RI khususnya SDN1 Kuripan seharusnya sesuai jadwal proyek selesai per 31 Desember 2025, ternyata molor. Molornya pekerjaan tersebut mengundang reaksi penilaian negatif dari pihak pihak lain, yang menyebutkan bahwa dalam pekerjaan pembangunannya diwarnai kejanggalan, diantaranya soal tidak adanya keterbukaan anggaran, bahan material yang tak sesuai spesifikasi teknis, alat pelindung diri pekerja proyek tersebut.

Penyebab keterlambatan itu ternyata bukan dari hal-hal dugaan tersebut diatas. Kepada media Inspirasiline.com, Kepala SDN1 Kuripan Agung Budi Utomo, SPd menjelaskan diakui memang pembangunan rehab kelas seharusnya sudah selesai 100 persen per 31 Desember 2025, namun per tanggal tersebut baru selesai 82 persen.

Agung Budi Utomo, SPd

Hal tersebut dikarenakan banyak kendala yang dialami selama proses pekerjaan seperti curah hujan yang tinggi, dropping material yang terlambat karena truk harus melayani 2 titik serta ada tenaga kerja setempat yang sedang mendapat musibah.

Karena menyadari adanya kendala tersebut, maka setelah Agung berkonsulasi dengan fasilitator dan koordiator dari Kementrian serta masukan Kabid SD Disdik Grobogan, kemudian pihaknya mengajukan usulan ke Kementerian untuk diperpanjang.

“Setelah berkonsultasi dengan fasilitator, pengawas dan koordinator dari Kementrian kami mengajukan perpanjangan pekerjaan dan alhamdulilah disetujui hingga selama 14 hari terhitung dari 31 Desember lalu” ungkapnya.

Ia menyebut, pekerjaan yang belum selesai dan diperpanjang pekerjaannya itu adalah gedung perpustakaan dimana akhir pekerjaannya maksimal tanggal 14 Januari 2026.

Salah satu ruang kelas SDN1 Kuripan yang di rehab

Salah satu ruang kelas SDN1 Kuripan yang di rehab. Terkait pemberitaan tentang proses pekerjaan di SDN1 Kuripan melalui tiktok oleh sebuah LSM di Grobogan, Agung sangat menyayangkan itu terjadi.

Sebagaimana diketahui, SD Kampus itu mendapatkan bantuan rehab gedung dari anggaran Revitalisasi Satuan Pendidikan. salah satunya SDN1 Kuripan yang mendapatkan dana revitalisasi sebesar Rp. 698 juta, yang diwujudkan kedalam rehab 4 ruang kelas, 1 ruang baru dan renovasi gedung perpustakaan.

Agung berharap dalam waktu 14 hari kedepan sisa pekerjaan yang masih belum selesai akan segera rampung.

“Kami tak akan menyia nyiakan waktu dalam 14 hari ini pekerjaan harus rampung 100 persen” tegas Agung yang sejak 2004 sudah bekerja di SD tersebut hingga kini.

Disaat yang bersamaan, Kepala SDN2 Kuripan Eviyani Setyaningsih menjelaskan pihaknya juga mendapatkan dana revitalsasi tahun 2025 untuk rehab 8 ruangan yaitu 6 ruang kelas, 1 perpustakaan, 1 ruang administrasi dan toilet yang dikerjakan secara swakola.

Pihaknya juga mengalami kendala dalam proses pembangunannya namun segera dapat diatasi sehingga tepat waktu selesai per 31 Desember 2025.

Terpisah, Kepala Bidang Pembinaan SD Disdik Grobogan Irfan ST,MT menyampaikan dalam hal pekerjaan tidak tepat waktu karena kondisi wilayah maka ada kebijakan dari Kementerian bisa mendapatkan perpanjangan waktu hingga 14 hari kedepan.
“Itu kebijakan dari Kemendikdasmen, dan sekolah sudah berkoordinasi dengan fasilitatornya.” tegasnya. (jk)

Bagikan ke:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *