Sedulur Alam Tumbuhkan Harapan Baru, Setiap Bayi Di Sragen Ditemani Satu Pohon

NEWS

Sragen-Inspirasiline.com.  Harapan agar anak-anak tumbuh bersama lingkungan yang hijau terus digaungkan melalui Program SEDULUR ALAM. Pemerintah Kabupaten Sragen menyerahkan 14 bibit tanaman buah kepada keluarga yang memiliki bayi baru lahir di Desa Bendo, Kecamatan Sukodono, Jumat (10/7/2026), sekaligus menyosialisasikan pentingnya membangun budaya peduli lingkungan sejak dini melalui gerakan satu bayi satu pohon.

Bibit yang diserahkan terdiri atas kelengkeng, jambu air, mangga, nangka, rambutan, dan sawo. Selain menjadi penghijauan, tanaman tersebut diharapkan kelak memberi manfaat ekonomi sekaligus menghadirkan lingkungan yang lebih teduh, asri, dan sehat bagi masyarakat.

Bupati Sragen Sigit Pamungkas mengatakan, Program SEDULUR ALAM lahir dari keprihatinan terhadap dampak pemanasan global. Menurutnya, setiap pohon yang ditebang perlu diimbangi dengan penanaman kembali karena pohon merupakan investasi kehidupan yang manfaatnya dapat dirasakan masyarakat hingga generasi mendatang.

“Mari kita manfaatkan dan sukseskan program ini. Semoga lingkungan kita semakin asri, rindang, sejuk, dan nyaman untuk ditinggali. Dari langkah sederhana ini, kita juga ikut berkontribusi dalam pengendalian perubahan iklim global,” ujar Sigit Pamungkas.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Sragen Albert Pramono Soesanto menjelaskan, Program SEDULUR ALAM mengusung filosofi bahwa setiap bayi yang lahir memiliki “saudara” berupa satu pohon yang ditanam bersamaan. Konsep tersebut menjadi simbol hubungan yang saling menopang kehidupan.

“Setiap bayi membutuhkan oksigen untuk hidup, sementara pohon menghasilkan oksigen. Karena itu kami menyebutnya sedulur atau saudara. Kami berharap anak dan pohonnya bisa tumbuh bersama, sama-sama memberi kehidupan,” jelasnya.

Albert menambahkan, berdasarkan evaluasi dua triwulan pertama, penyaluran bibit baru mencapai sekitar 1,7 persen dari total 5.000 bibit yang tersedia. Untuk mempercepat penyerapan, DLH menyederhanakan mekanisme penyaluran melalui dua pola, yakni pola aktif bagi masyarakat yang mengajukan permohonan dan pola pasif dengan memanfaatkan basis data penerima yang memenuhi syarat.

“Dengan penyederhanaan mekanisme ini, kami optimistis penyaluran pada dua triwulan terakhir bisa lebih maksimal. Ke depan, kami juga ingin jenis bibit yang disediakan semakin sesuai dengan kebutuhan dan aspirasi masyarakat,” tambahnya.

Salah seorang penerima bibit, Rahayu Setyoningsih, mengaku senang menerima bibit kelengkeng yang bahkan ditanam langsung bersama Bupati di halaman rumahnya. Ia berharap pohon tersebut tumbuh subur seiring bertambah besarnya sang buah hati.

“Semoga pohonnya tumbuh sehat, cepat besar, dan berbuah lebat. Mudah-mudahan bisa menemani tumbuh kembang anak kami sekaligus memberi manfaat bagi keluarga,” ungkapnya. (Sugimin/17- Release Diskominfo Sragen)

Bagikan ke:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *