Update Penanganan Bencana Tanah Bergerak di Desa Padasari Tegal

NEWS

Tegal-Inspirasiline.com. Pemerintah Kabupaten Tegal bersama TNI-Polri dan instansi terkait terus mengintensifkan monitoring serta penanganan bencana tanah bergerak di Desa Padasari, Kecamatan Jatinegara. Hingga Jumat (20/2), petugas di lapangan fokus pada pengamanan lokasi, pendataan dampak, serta koordinasi lintas sektoral guna menjamin keselamatan warga.

1. Sebaran Dampak Kerusakan
Pergerakan tanah yang masih aktif ini berdampak signifikan pada pemukiman dan infrastruktur di RW 01 hingga RW 04. Berikut adalah rincian data terbaru:
Pemukiman: Total 900 unit rumah terdampak, dengan rincian:
405 unit Rusak Berat
190 unit Rusak Sedang
96 unit Rusak Ringan
164 unit kategori Baik
45 unit tambahan (pendataan desa)

Fasilitas Publik: Kerusakan mencakup fasilitas sosial, tempat ibadah, gedung sekolah, serta infrastruktur vital seperti jalan, jembatan desa, dan bendung irigasi.

Sektor Peternakan: Sebanyak 2.346 ekor hewan ternak turut terdampak oleh bencana ini.

2. Kondisi Pengungsi dan Evakuasi
Saat ini, sebanyak 726 Kepala Keluarga (2.227 jiwa) telah dievakuasi ke titik-titik aman. Lokasi pengungsian tersebar di rumah-rumah warga yang aman, majelis taklim, sekolah, pondok pesantren, hingga desa tetangga. Proses evakuasi dilakukan secara bertahap mengingat kondisi tanah yang masih labil.

3. Langkah Penanganan Darurat
Pemerintah telah menetapkan beberapa langkah strategis untuk menangani masa tanggap darurat ini:
Distribusi Logistik: Dilakukan melalui sistem satu pintu untuk memastikan bantuan merata.

Layanan Kesehatan: Penyediaan posko kesehatan terpadu bagi para pengungsi.

Hunian Sementara (Huntara): Pembangunan Huntara sedang berlangsung di Desa Capar di atas lahan seluas 4,7 hektare, yang ditargetkan selesai pada pertengahan Maret 2026.

Keamanan: Polres Tegal melakukan patroli rutin di area pemukiman yang ditinggalkan untuk mencegah potensi tindak pidana/pencurian.

Pernyataan Kapolres Tegal:
“Kami memastikan kehadiran Polri di setiap tahapan, mulai dari evakuasi hingga distribusi bantuan. Sinergi antara TNI, Polri, Pemerintah Daerah, dan relawan tetap menjadi prioritas utama untuk memberikan pelayanan terbaik bagi warga,” ujar AKBP Bayu Prasatyo, S.H., S.I.K., M.H.

Masyarakat diimbau untuk tetap waspada terhadap potensi pergerakan tanah susulan dan selalu mengikuti instruksi petugas di lapangan. Hingga berita ini diturunkan, situasi di lokasi pengungsian dilaporkan tetap aman dan kondusif. (Biet)

Bagikan ke:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *