Malam Takbiran di Kota Tegal Kondusif, Rel KA Tirus Jadi Sumber Kemacetan

NEWS

Tegal-Inspirasiline.com. Malam takbiran hari raya Idhul Fitri 1 Syawal 1447 Hijriyah di Kota Tegal terpantau cukup kondusif, arus lalu lintas di jalan-jalan protokol yang sebelum cukup ramai, namun pada malam takbiran terpantau lengang. Sementara itu Walikota Tegal Dedy Yon Supriyono bersama Kapolres Kota Tegal, Dan Dim. 0712 Tegal , Dan Lanal Tegal serta sejumlah pejabat lainya melakukan pemantau situasi malam takbiran di wilayah Kota Tegal dengan mengunjungi sejumlah pos keamanan lebaran di sejumlah titik diantaranya di terminal bus Tegal, pos perempatan Maya dan pos terpadu di jalan Pancasila Kota Tegal.

Saat di pos terminal Tegal walikota Tegal bersama pejabat lainya menyaksikan siaran langsung pemantauan malam takbiran di sejumlah wilayah di Indonesia bersama Kapolri dan Panglima TNI serta Gubernur. Selanjutnya walikota bersama rombongan meninjau Pos Counting Dishub dan Pos Maya dan pos terpadu dipusat keramaian. Jalan Pancasila Kota Tegal.

Dalam wawancaranya walikota menjelaskan bahwa pemudik di kota Tegal tahun ini mengalami peningkatan, ada dua type pemudik yang pertama dari penumpang kereta api dari tanggal 14 hingga 19 Maret 2026 setiap hari kereta yang datang di stasiun Tegal sebanyak 91 kereta, dengan jumlah penumpang perharinya 6.160 orang, naik 21 prosen dibanding tahun lalu. Kedua kedatangan Bus di terminal bus Tegal sebanyak 79 bus dengan jumlah penumpang sekitar 350 orang. Sedangkan jumlah kendaraan yang melintas di kota Tegal dari jakarta ke Jawa Tengah diperkirakan mencapai 40 ribu kendaraan dan sebaliknya dari wilayah timur sebanyak 397 ribu kendaraan.

‘ Memang banyak juga warga kota Tegal yang merantau di wilayah Jakarta yang kebanyakan pedagang warteg baik di Jakarta maupun wilayah Jawa Barat Untuk membantu pemudik Pemkot Tegal memfasilitasi dua unit bus bagi asal kota Tegal.

Pada keamanan lebaran. 1 syawal 1447 Hijriyah pemerintah kota Tegal menerjunkan 600 personil TNI – Polri juga diperbantukan sejumlah ormas seperti Orari dan RAPI, serta dari BPBD Dishub, Satpol PP, dan anggota Pramuka.

‘ Mereka bertugas tiga sip, mulai 10 harj sebelum lebaran dan 20 hari setelah lebaran.’ jelas Dedy Yon.

Para petugas juga sudah bersiap mengantisipasi puncak arus balik sehingga nantinya diharapkan semuanya bisa berjalan dengan lancar.

Menyinggung soal rekayasa lalulintas Dedy Yon menjelaskan, kota Tegal tidak ada pintu masuk Tol, sehingga kota Tegal menjadi alternatif ketika terjadi kemacetan di jalur tol, perlu diketahui bahwa kota Tegal sebagai central city, dan aglomerasi penyangga daerah sekitar seperti Brebes, Kabupaten Tegal dan Pemalang, sehingga pada momen lebaran seperti ini mereka berekreasi atau berbelanja ke Kota Tegal, sehingga arus lalulintas begitu padat apa lagi di kota Tegal banyak lintasan kereta api yang dulu setiap hari hanya 16 KA sekarang 91 KA yang melintas di Kota Tegal.

‘ Sehingga para petugas palang pintu dengan waktu yang sempit melakukan buka tutup sehingga sering menjadi sumber kemacetan.’ kata Dedy Yon.

Saya berharap bahwa pemerintah pusat bisa melihat kondisi rel kereta api Tirus agar kedepan bisa diproyeksikan ada play over agar bisa menurunkan kemacetan dan kecelakaan di rel kerara api Tirus. Pungkas Dedy Yon. (Biet)

Bagikan ke:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *