Sragen-Inspirasiline.com. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sragen Melalui Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Bersama Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO) Kabupaten Sragen Menggelar Kegiatan Pembinaan, Silaturahmi, Dan Halal Bihalal Di Pendopo Sumonegaran, Rumah Dinas Bupati Sragen, Kamis (9/4/2026).
Kegiatan Yang Diikuti 75 Peserta Dari Perangkat Daerah, Pengusaha, LKS Tripartit, Dan Dewan Pengupahan Ini Bertujuan Memperkuat Peran Pemerintah Dan Dunia Usaha Dalam Mewujudkan Hubungan Industrial Yang Harmonis, Perluasan Kesempatan Kerja, Serta Perlindungan Tenaga Kerja.
Kepala Disnaker Sragen, Rina Wijaya, Menyampaikan Kegiatan Tersebut Menjadi Sarana Strategis Untuk Mempererat Kolaborasi Antara Pemerintah Dan Pelaku Usaha. Ia Menegaskan, Penguatan Komunikasi Dan Pembinaan Diperlukan Untuk Menjaga Iklim Hubungan Industrial Tetap Kondusif.
“Forum Ini Kami Dorong Sebagai Ruang Bertemu Dan Menyamakan Langkah, Agar Hubungan Industrial Di Sragen Semakin Harmonis Dan Saling Menguatkan,” Ujarnya.
Bupati Sragen, Sigit Pamungkas, Menekankan Komitmen Pemerintah Daerah Dalam Mendorong Pertumbuhan Industri Dengan Tetap Menjaga Keseimbangan Tata Ruang. Ia Mengungkapkan, Upaya Penataan Lahan Terus Diperjuangkan Agar Pengembangan Kawasan Industri Dapat Berjalan Tanpa Mengganggu Lahan Pertanian Yang Dilindungi.
“Kami Terus Mengupayakan Ketersediaan Lahan Industri Karena Daya Ungkitnya Besar Bagi Kesejahteraan Masyarakat, Namun Tetap Kami Jaga Agar Tidak Bertabrakan Dengan Kepentingan Pertanian,” Tegasnya.
Sigit Pamungkas Menambahkan, Pemerintah Daerah Berkomitmen Menjaga Iklim Usaha Tetap Kondusif Melalui Dukungan Perizinan Dan Kepastian Regulasi, Sekaligus Mendorong Perusahaan Untuk Tidak Mengabaikan Aspek Perlindungan Dan Kesejahteraan Tenaga Kerja. Menurutnya, Keseimbangan Antara Pertumbuhan Usaha Dan Pemenuhan Hak Pekerja Menjadi Fondasi Penting Bisa Bagi Stabilitas Dan Keberlanjutan Pembangunan Daerah.
“Kami Ingin Dunia Usaha Berkembang, Tetapi Kesejahteraan Pekerja Harus Tetap Menjadi Prioritas Bersama,” Imbuhnya.
Ketua APINDO Sragen, Suwardi, menyatakan penguatan keanggotaan menjadi kunci optimalisasi peran organisasi. Dari 45 perusahaan, baru 23 yang tergabung sebagai anggota, sehingga pihaknya mendorong perusahaan lain segera bergabung agar aspirasi dunia usaha semakin kuat. Ia menegaskan, APINDO berkomitmen menjadi wadah komunikasi, advokasi, sekaligus saling dukung antaranggota dalam menghadapi tantangan usaha.
“APINDO harus benar-benar hidup dan memberi manfaat nyata. Semakin banyak anggota, semakin kuat suara kami, dan melalui komunikasi yang sehat serta saling membantu, setiap persoalan bisa diselesaikan bersama,” ujarnya. (Sugimin/17- Release Diskominfo Sragen)
